BerandaPENDIDIKANWujudkan Sekolah Ramah Anak, SMPN 15 Mataram Pastikan Keamanan Fasilitas dan Sarpras

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, SMPN 15 Mataram Pastikan Keamanan Fasilitas dan Sarpras

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Mataram, terus memperketat keamanan fasilitas serta sarana dan prasarana (sarpras) sekolah. Langkah ini diambil guna mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi seluruh siswa. Hal ini sejalan dengan program Sekolah Ramah Anak (SRA) yang dicanangkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram.

Kepala SMPN 15 Mataram, Hj. Sri Wahyu Indriani menjelaskan,pihaknya saat ini fokus menata fasilitas sekolah agar lebih aman bagi anak-anak. Salah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan adalah mengganti mebel yang memiliki sudut tajam menjadi lebih tumpul serta memindahkan tanaman berduri ke luar area pagar sekolah.

“Alhamdulillah drop bantuan, meja, kursi, mebel dari dinas sekarang sudah mengarah ke ramah anak. Artinya, sudah ujung-ujungnya tidak runcing lagi, sudah melengkung. Alhamdulillah, jadi sejalan dengan program ramah anak dari DP3A,” ujarnya, Selasa (1/9).

Pihak sekolah masih menghadapi tantangan pada beberapa fasilitas lain yang membutuhkan perbaikan fisik skala besar. Seperti lantai keramik yang rusak di sejumlah ruang kelas. Oleh karena itu, Sri berharap adanya dukungan bantuan dari dinas terkait untuk perbaikan infrastruktur tersebut.

“Karena kami untuk menyelesaikan mandiri. Kami belum mampu karena banyak kelas yang rupanya sudah tidak lagi layak untuk dikatakan ramah anak,” terangnya.

Selain pembenahan fisik, pihaknya juga berfokus pada pembinaan karakter siswa melalui pembiasaan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Pendekatan ini diterapkan untuk menciptakan suasana sekolah yang humanis dan inklusif.

“Saya tanamkan kepada Bapak/Ibu guru, pegawai di sekolah ini ya, bagaimana untuk kita menghadapi melayani terutama ke anak-anak. Berusaha untuk sabar, ikhlas dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Guna menghadirkan perlindungan secara menyeluruh, SMPN 15 Mataram turut memperkuat peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan sekolah. Langkah strategis ini dilakukan melalui sosialisasi masif dan sinergi bersama orang tua siswa untuk mengantisipasi potensi kekerasan maupun perundungan (bullying).

“Alhamdulillah semakin ke sini sudah berkurang lah. Bahkan kalau saya bilang kecil persentasenya untuk perundungan yang ada di SMP Negeri 15 Mataram. Dan kami juga setiap ada permasalahan selalu, dan wajib saya haruskan, melibatkan orang tua,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO