BerandaNTBLOMBOK TIMURTerasi Jor Jerowaru Terkendala Pemasaran

Terasi Jor Jerowaru Terkendala Pemasaran

- Advertisement -

Di tangan perempuan pesisir, udang bukan sekadar hasil tangkapan laut. Dari bahan sederhana itu, lahir terasi yang menjadi sumber penghasilan sekaligus harapan bagi keluarga dan masyarakat di Dusun Jor, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Ketua Kelompok Pengolah Terasi Udang Sumber Rezeki Jor Jerowaru, Lina Marliana, yang selama sekitar tiga tahun terakhir menekuni usaha pengolahan hasil laut tersebut, menyampaikan usaha itu tumbuh dari tingginya permintaan konsumen terhadap terasi udang. Terasi udang menjadi salah satu bumbu penting dalam kuliner masyarakat.


Potensi ekonomi yang besar menjadi alasan kelompok tersebut terus mempertahankan produksi. Namun, perjalanan mereka tidak selalu mudah. Pada awalnya, pengolahan terasi masih dilakukan secara sederhana. Legalitas usaha belum lengkap, sertifikasi halal belum dimiliki, sementara produk juga belum mempunyai branding dan logo yang kuat.


Kondisi tersebut membuat produk terasi lokal itu belum mampu berkembang secara maksimal dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Pendampingan yang kemudian dilakukan melalui program Pesisir Lestari, termasuk dukungan dalam promosi melalui media, perlahan membuka jalan bagi kelompok tersebut untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.


Kini, produksi terasi dilakukan sekitar dua kali dalam sebulan, menyesuaikan ketersediaan bahan baku dan kondisi pasar.


Bagi Lina dan anggota kelompoknya, terasi bukan hanya persoalan produksi dan penjualan. Usaha tersebut juga menjadi upaya untuk mempertahankan nilai ekonomi hasil laut agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.


Namun, sejumlah tantangan masih menghadang. Keterbatasan peralatan dan kemampuan produksi membuat kelompok belum sepenuhnya mampu berdiri secara mandiri. Jangkauan pemasaran juga masih terbatas sehingga produk belum dapat menembus pasar yang lebih luas.


Kondisi pasar pada Juli hingga Agustus turut memengaruhi produksi. Selain persoalan pasar, kendala teknis dalam proses produksi juga menyebabkan jumlah produksi mengalami penurunan.


Karena itu, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan penting bagi kelompok pengolah terasi tersebut. Lina berharap ada dukungan lebih lanjut, terutama dalam penguatan kapasitas produksi, pemasaran digital, serta tata kelola usaha yang lebih terstruktur.


Pemasaran digital atau digital marketing dinilai penting untuk memperkenalkan terasi udang khas Jerowaru keluar dari wilayah produksi. Dengan pemasaran yang lebih luas, produk lokal tersebut diharapkan tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen di berbagai daerah.


Bagi kelompok pembuat terasi Jor ini, pendampingan melalui Pesisir Lestari telah memberikan manfaat nyata. Promosi dan pendampingan membantu mereka melihat bahwa hasil laut pesisir memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih besar apabila dikelola dengan baik.


Kini, harapannya sederhana, tetapi memiliki arti besar: pendampingan dan promosi dapat diperluas sehingga semakin banyak produk masyarakat pesisir yang mampu berkembang.


Terasi udang yang selama ini mungkin hanya dipandang sebagai pelengkap sambal, bagi Lina dan kelompoknya adalah cerita tentang ketekunan, potensi laut, pemberdayaan perempuan, dan perjuangan membangun sumber rezeki dari pesisir sendiri.


Dari Dusun Jor, terasi perlahan mencoba melangkah lebih jauh—membawa cita rasa pesisir sekaligus harapan agar hasil laut mampu menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO