BerandaEKONOMIBI NTB Ungkap Hasil Kajian Dampak Pariwisata

BI NTB Ungkap Hasil Kajian Dampak Pariwisata

- Advertisement -

Mataram (Suara NTB) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB telah mencermati perkembangan sektor pariwisata sebagai salah satu program unggulan di daerah. Bank Indonesia melakukan kajian melalui pendekatan tiga indikator lapangan usaha yang berkaitan erat dengan pariwisata, yakni perdagangan, transportasi, serta akomodasi dan makan minum.


Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan pemetaan dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan pariwisata memberikan dampak terhadap perekonomian NTB.


“Kita cermati perkembangan sektor pariwisata karena menjadi visi misi dalam NTB Makmur Mendunia. Bagaimana pergerakannya, makanya kami coba melihat dari tiga lapangan usaha tersebut,” jelas Hario.


Dikemukakan, tiga lapangan usaha tersebut secara total memberikan kontribusi sekitar 21,5 persen terhadap PDRB NTB. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor yang berkaitan dengan pariwisata juga memiliki peran besar, dengan sekitar 28 persen pekerja NTB berada di dalamnya.


Data BI juga menunjukkan perkembangan kunjungan wisatawan ke NTB terus bergerak positif. Hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 8,88 juta orang, dengan pertumbuhan sebesar 5,34 persen dibandingkan periode yang sama.


Dari sebaran kunjungan tersebut, Kota Mataram menjadi salah satu daerah dengan jumlah kunjungan tertinggi, disusul Lombok Barat dan Lombok Tengah. Kondisi ini menunjukkan aktivitas pariwisata tidak hanya terkonsentrasi pada satu destinasi, tetapi memberikan dampak ke berbagai wilayah.


Hario mengatakan, potensi pariwisata di kawasan Mandalika juga terus berkembang, terutama dengan konsep sport tourism. Berbagai agenda olahraga internasional dinilai mampu menjadi pemicu pergerakan ekonomi, termasuk gelaran MotoGP Mandalika pada Oktober 2026 ini.


“Potensi wisata di Mandalika terus berkembang dengan mendukung konsep sport tourism dan event internasional yang besar, yaitu MotoGP. Dengan adanya MotoGP Oktober, ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi NTB,” ujarnya.


Karena itu, BI NTB, lanjut Hario, juga terus memberikan dukungan terhadap pengembangan destinasi dan desa wisata. Salah satunya melalui dukungan kepada Desa Wisata Bilabante yang telah menjadi salah satu desa wisata yang dipromosikan dalam berbagai ajang pariwisata.


Di sisi lain, BI NTB turut memberi perhatian terhadap kondisi Desa Adat Sade di Lombok Tengah yang mengalami kebakaran. Musibah tersebut menurut Hario, tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan salah satu destinasi budaya yang menjadi ikon pariwisata Lombok, NTB.


“Makanya kami juga menyerukan pemulihan Desa Adat Sade,” kata Hario.
Menurutnya, pemulihan Sade yang sudah mulai dilakukan oleh pemerintah bersama seluruh stakeholder menjadi bagian penting dari daya tarik wisata NTB seterusnya. (bul)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO