BerandaHEADLINETekan Angka Kecelakaan, Pemprov NTB Sinergi dengan Jasa Raharja

Tekan Angka Kecelakaan, Pemprov NTB Sinergi dengan Jasa Raharja

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memperkuat sinergi dengan PT Jasa Raharja Kantor Wilayah NTB untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban di daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Jasa Raharja NTB yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah Soleh, S.Si., MTI., CHC., CRMO, dengan Sekda NTB Abul Chair di Ruang Rapat Sekda NTB, Selasa (8/9).

Dalam audiensi, Jasa Raharja memaparkan pemetaan kecelakaan lalu lintas di NTB hingga Agustus 2026. Sejumlah wilayah masih menjadi titik perhatian karena memiliki tingkat kejadian dan fatalitas tinggi.

Pada tingkat kecamatan, wilayah dengan kejadian cukup tinggi antara lain Cakranegara dan Selaparang di Kota Mataram, Narmada di Lombok Barat, serta Pujut di Lombok Tengah.

Berdasarkan waktu kejadian, kecelakaan paling banyak terjadi pada pukul 12.00 hingga 18.00 WITA dengan 662 kejadian. Namun dari sisi fatalitas, kecelakaan pada malam hari menunjukkan risiko lebih tinggi.

“Siang hari kecelakaan lebih banyak karena mobilitas masyarakat tinggi. Tetapi malam hari, meskipun mobilitas lebih sedikit, fatalitasnya justru lebih tinggi,” ungkap Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah NTB Soleh.

Dari karakteristik, tambahnya, kecelakaan tunggal menjadi jenis yang paling dominan, disusul kecelakaan depan-depan dan depan-samping. Pejalan kaki, termasuk lanjut usia yang beraktivitas sore hari, juga cukup banyak menjadi korban.

Data menunjukkan korban didominasi laki-laki sekitar 70 persen. Kelompok usia 18–24 tahun menjadi yang paling banyak menjadi korban. Padahal kelompok tersebut merupakan usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa.

Dari sisi domisili, korban terbanyak berasal dari Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas antardaerah.

Tingkat fatalitas juga tinggi di Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah yang mencapai sekitar 24 persen, menjadi salah satu tertinggi setelah Narmada.

Pemprov NTB, seperti disampaikan Sekda NTB Abul Chair menyambut baik pemetaan tersebut sebagai bahan memperkuat kebijakan keselamatan lalu lintas berbasis data.

Sekda NTB menegaskan keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Data dari Jasa Raharja harus menjadi dasar menentukan langkah tepat, terutama di titik rawan.

“Keselamatan di jalan bukan hanya persoalan pemerintah atau aparat. Data ini harus menjadi dasar untuk menentukan langkah yang lebih tepat,” ujarnya.
Pemprov NTB berharap sinergi berlanjut pada langkah konkret berupa edukasi keselamatan, penguatan pengawasan di kawasan rawan, dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi pengguna jalan yang disiplin.

“Kita ingin masyarakat NTB bukan hanya semakin produktif dan mobile, tetapi juga semakin aman ketika berada di jalan,” tegasnya. (r/ham)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO