BerandaPENDIDIKANSejumlah Data Sekolah Tidak Sinkron

Sejumlah Data Sekolah Tidak Sinkron


Mataram (Suara NTB) – Kebijakan penyeragaman nama sekolah dasar di Mataram, justru menimbulkan permasalahan baru. Data sekolah tidak sinkron memicu data kepala sekolah tidak sesuai.


Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, H. Yusuf menjelaskan, Pemerintah Kota Mataram memiliki kebijakan untuk melakukan perubahan nama satuan pendidikan jenjang sekolah dasar. Perubahan identitas sekolah ini,justru berdampak terhadap tidak sinkronnya data. Hal ini terjadi pada server Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) di Jakarta. “Semua sekolah terdampak,” ujarnya.


Pihaknya terus melakukan pendataan terhadap nama-nama sekolah yang berubah menyusul kebijakan penyeragaman identitas sekolah tersebut. Data akan diunggah untuk mensinkronkan data tersebut. Selain itu, beberapa berkas seperti surat pertanggungjawaban mutlak juga mesti ikut diunggah sebagai salah satu persyaratan proses sinkronisasi.


“Prosesnya harus bersabar karena proses sinkronnya juga lama ini,” terangnya.
Proses pengunggahan data akan terus dipacu untuk memastikan kendala lain muncul di sekolah,terutama dalam urusan administrasi sekolah nantinya.


Pemkot Mataram diketahui menerbitkan kebijakan penyeragaman nama satuan pendidikan jenjang sekolah dasar. Penyelarasan ini dimaksudkan untuk memudahkan administrasi di sekolah. Dengan kebijakan tersebut, penamaan sekolah di Mataram tidak lagi disematkan berdasarkan wilayah kecamatan, melainkan langsung menggunakan nama Kota Mataram. Seluruh sekolah dasar di Mataram yang sebelumnya dinamakan sesuai kecamatan, kini akan berubah dan diseragamkan dengan nama Kota Mataram.


Setelah diseragamkan, seluruh SD akan diurutkan secara kumulatif berdasarkan total jumlah sekolah. Sebagai gambaran, penamaan akan dimulai dari SDN 1 Mataram hingga SDN 143 Mataram. (sib)



IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO