BerandaNTBSUMBAWASumbawa Kekurangan Guru Agama dan PJOK

Sumbawa Kekurangan Guru Agama dan PJOK


Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa mengaku kekurangan tenaga guru khususnya guru agama dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kekurangan cukup fantastis mencapai 70 persen dari total jumlah sekolah di Sumbawa. “Kami sangat kekurangan untuk guru agama dan PJOK. Kita juga sudah usulkan untuk menambah formasi di penerimaan CPNS tahun 2026,” kata Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan kepada Suara NTB, Kamis (10/9).


Budi melanjutkan, kekurangan guru berlangsung sejak lama dan formasinya sering diusulkan ke pemerintah daerah. Akan tetapi, jumlah yang diusulkan belum sepenuhnya terpenuhi oleh pemerintah pusat, sehingga sejumlah sekolah masih sangat kekurangan guru pada dua mata pelajaran tersebut.


“Hampir setiap tahun kita usulkan kebutuhan tenaga gurunya, tetapi belum sepenuhnya bisa disetujui oleh pemerintah. Sehingga kita masih sangat kekurangan saat ini,” ujarnya.
Sebagai alternatif untuk memenuhi kekosongan itu, pihaknya memanfaatkan guru di masing-masing sekolah meski tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan scenario untuk mengisi kekosongan guru agama dan PJOK dengan mengangkat guru tidak tetap dan honorer. Guru honore bisa ditugaskan di satuan pendidikan yang masih membutuhkan. Saat ini kata dia, guru tidak tetap masih bisa dioptimalkan untuk mengisi kekosongan guru mata pelajaran tersebut.

Data guru honorer dan PTT yang sudah terdaftar 1.576 orang. Jumlah ini terdiri dari guru tidak tetap mencapai 1.217 orang. Sementara, sudah terdaftar di data pokok pendidikan sampai 31 Desember 2024, mencapai 230 orang. (ils)


IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN









VIDEO