Praya (Suara NTB) – Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng) sukses melenggang ke tingkat nasional di ajang Lomba Desa tahun 2026 ini, setelah sukses menjadi yang terbaik di ajang yang sama di tingkat Provinsi NTB. Desa Bilebante sendiri ditetapkan sebagai desa terbaik di NTB setelah berhasil melalui proses penjaringan ketat Desa Berprestasi tingkat provinsi yang berlangsung sejak bulan Juli 2026 lalu.
Sesuai Keputusan Gubernur NTB No. 100.3.3.1-320 Tahun 2026 tentang Juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi NTB, Desa Bilebante menjadi yang terbaik dengan perolehan nilai 93,83 poin. Diikuti Desa Sermong Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di posisi kedua dengan nilai 73,23 poin.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten (DPMD) Loteng, Baiq Murniati, S.Sos., dalam keterangnya, Minggu (13/9), mengungkapkan, raihan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang baik antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, pelaku usaha, kelompok masyarakat, dan seluruh warga Desa Bilebante.
Prestasi tersebut tentunyan tidak hanya jadi kebanggaan masyarakat Desa Bilebante semata. Tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat di daerah ini. “Prestasi ini lahir dari kolaborasi, inovasi, serta kuatnya semangat gotong royong dalam membangun desa,” sebutnya.
Pihaknya berharap raihan tersebut bisa menjadi energi baru untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat pemberdayaan masyarakat serta mengembangkan potensi lokal. Sekaligus memastikan berbagai inovasi desa tetap berkelanjutan meski lomba telah berakhir.
Tidak kalah penting, keberhasilan Desa Bilebante tersebut bisa menjadi inspirasi bagi seluruh desa-desa lainnya di Loteng, untuk terus bertransformasi, melahirkan inovasi serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Sehingga pada akhirnya bisa menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
“Capaian ini juga membuktikan bahwa desa mampu menjadi pusat inovasi sekaligus penggerak pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” imbuh mantan Camat Praya ini.
Terkait proses penilaian oleh tim pusat, Murniati mengatakan akan berlangsung tahun ini juga. Nantinya, tim penilai pusat akan turun melakukan verifikasi terhadap beberapa indikator penilaian. Mulai dari aspek penyelenggaraan pemerintahan desa, keunggulan bidang kewilayahan dan kemasyarakatan, pengembangan potensi desa hingga inovasi desa yang selaras dengan tema lomba.
Termasuk soal rencana tindak lanjut setelah pelaksanaan lomba. “Dalam hal ini Pemkab Loteng akan terus memberikan pendampingan dan memperkuat persiapan Desa Bilebante menghadapi penilaian tingkat regional,” tegasnya. (kir)



