BerandaNTBLOMBOK TENGAHProgram Puskemas Inklusif, HWDI Puji Langkah Pemkab Loteng

Program Puskemas Inklusif, HWDI Puji Langkah Pemkab Loteng

Praya (Suara NTB) – Langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) mengimplementasikan program Puskesmas Inklusif mendapat sambutan positif dari kalangan penyandang disabilitas di daerah ini. Bahkan, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) NTB memberikan pujian atas langkah Pemkab Loteng tersebut. Karena itu menjadi bukti kepedulian Pemkab Loteng terhadap para penyandang disabilitas di Loteng.


“Terbitnya Keputusan Bupati Loteng No. 375 Tahun 2026 tentang Penetapan dan Penyelenggaraan Puskesmas Inklusif membuktikan bahwa Pemkab Loteng peduli terhadap penyandang disabilitas. Bukan hanya sekadar bersuara tetapi ditunjukkan dengan komitmen,” ungkap Ketua HWDI NTB, Sri Sukarni, dalam keterangannya, Minggu (13/9).


Bagi para penyandang disabilitas di Loteng, implementasi program Puskesmas Inklusif tersebut bisa menjadi jawaban dari berbagai persoalan yang dihadapi para penyandang disabilitas di daerah ini. Khususnya dalam upaya memperoleh layanan kesehatan yang lebih aksesibel, aman, setara dan mudah diakses serta tanpa diskriminasi.


Pihaknya berharap implementasi program tersebut bisa lebih konkret lagi ke depannya. Tidak hanya pada aspek pelayanan saja, tetapi juga pada aspek dukungan fasilitas kesehatan yang lebih ramah difabel serta kelompok rentan lainya.


Dengan begitu, semua elemen masyarakat di daerah ini bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang ramah dan layak. Tidak hanya di puskemas tetapi juga di rumah sakit pemerintah serta fasilitas kesehatan lainya. Termasuk layanan di luar layanan kesehatan di berbagai fasilitas layanan publik di daerah ini.


“Bagi kami, dengan adanya SK Bupati Loteng itu bisa menjadi dasar untuk melakukan kerja-kerja mengadvokasi. Paling tidak bisa menjadi pembuka jalan untuk memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan kelompok rentan meski tidak secara keseluruhan. Agar penyandang disabilitas bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya,” sebut Sri.


Sri menjelaskan, implementasi program Puskesmas Iklusif tersebut bukan berarti memberikan kekhususan atau keistimewaan bagi penyandang disabilitas saat mengakses layanan kesehatan. Karena yang diinginkan penyandang disabilitas bukan dikhususkan atau diprioritaskan. Tetapi diberikan pelayanan dan mendapat dukungan fasilitas yang nyaman.


Misalnya dalam penyediaan toilet, tidak perlu harus membuat toilet khusus penyandang disabilitas. Cukup menyediakan toilet yang juga bisa digunakan oleh penyandang disabilitas. Sehingga penyandang disabilitas bisa benar-benar merasa menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri.


“Penyandang disabilitas tidak ingin dikhususkan. Tetapi diberikan kesempatan yang setara, kesempatan yang sama dengan masyarakat yang lain dalam mengakses layanan kesehatan khususnya,” tandasnya. (kir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO