BerandaNTBKOTA MATARAMKota Mataram Hanya Dapat Satu Slot UMKM di MotoGP Mandalika 2026

Kota Mataram Hanya Dapat Satu Slot UMKM di MotoGP Mandalika 2026

Mataram (Suara NTB) – Peluang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Mataram untuk berpartisipasi langsung dalam perhelatan MotoGP Mandalika 2026 kembali terbatas. Tahun ini, Pemerintah Kota Mataram hanya mendapatkan satu slot UMKM untuk berjualan dalam ajang balap motor internasional yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, pada 9–11 Oktober 2026.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram Jimmy Nelwan mengatakan, kuota tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB terkait pelibatan UMKM daerah dalam ajang MotoGP Mandalika.

Dari hasil koordinasi tersebut, Kota Mataram hanya mendapatkan kesempatan bagi satu pelaku UMKM untuk ambil bagian secara langsung di area yang disediakan dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

“Setiap tahun kita tetap ada jatah UMKM. Tapi kami diberikan cuma jatah satu,” ujar Jimmy, Senin (21/9).

Menurut Jimmy, keterbatasan kuota tersebut kemungkinan berkaitan dengan keterbatasan tempat atau lapak yang disediakan oleh panitia penyelenggara.

Slot yang tersedia harus dibagi untuk UMKM dari sejumlah daerah di Pulau Lombok. Selain Kota Mataram, pelaku UMKM dari Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Barat juga mendapat kesempatan untuk terlibat dalam ajang internasional tersebut.

Kondisi itu membuat ruang bagi pelaku UMKM Kota Mataram untuk ikut berjualan langsung di lokasi penyelenggaraan MotoGP menjadi sangat terbatas. Padahal, ajang MotoGP Mandalika menjadi salah satu momentum yang dinilai dapat membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk UMKM lokal.

Keterbatasan kuota tersebut juga bukan kali pertama dialami Kota Mataram. Pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025, Kota Mataram juga hanya memperoleh satu slot UMKM.

Sementara itu, minat pelaku UMKM untuk mendapatkan kesempatan berjualan dalam ajang tersebut cukup besar. MotoGP Mandalika tidak hanya menghadirkan penonton dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan yang datang ke NTB selama rangkaian penyelenggaraan berlangsung.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah perlu mencari alternatif agar pelaku UMKM Kota Mataram tetap dapat memperoleh manfaat ekonomi dari gelaran MotoGP, meskipun tidak seluruhnya dapat berjualan langsung di dalam kawasan sirkuit.

Salah satu langkah yang disiapkan Pemerintah Kota Mataram adalah membuka bazar UMKM di wilayah Kota Mataram. Bazar tersebut diharapkan menjadi lokasi alternatif bagi tamu dan penonton MotoGP yang memilih menginap atau menghabiskan waktu di Kota Mataram sebelum maupun setelah menyaksikan balapan di Mandalika.

Jimmy mengatakan, rencana tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Wali Kota Mataram dan Sekretaris Daerah Kota Mataram. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah kawasan Sangkareang, yang sebelumnya juga pernah digunakan untuk kegiatan serupa.

“Saya akan koordinasi dengan Pak Wali Kota dan Pak Sekda untuk buka bazar di Sangkareang seperti tahun lalu, sehingga tamu bisa berbelanja ke Mataram,” kata Jimmy.

Dengan demikian, meskipun keterlibatan secara langsung di lokasi MotoGP masih dibatasi oleh kuota, pelaku UMKM Kota Mataram tetap memiliki ruang untuk memanfaatkan momentum meningkatnya kunjungan wisatawan dan penonton selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO