Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan kembali membangun satu tower Early Warning System (EWS) tsunami di pesisir Kota Mataram. Penambahan perangkat tersebut ditargetkan terealisasi pada 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi bencana tsunami di daerah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Budi Wartono, mengatakan BNPB memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Mataram karena dinilai mampu menjaga dan merawat tower EWS yang sebelumnya telah dihibahkan.
Menurut Budi, konsistensi Pemkot Mataram dalam memelihara perangkat tersebut menjadi salah satu pertimbangan BNPB untuk memberikan persetujuan penambahan satu unit EWS di Kota Mataram.
“Karena kita konsisten merawat tower EWS tsunami yang sudah ada, BNPB memberikan lampu hijau untuk menambah satu unit EWS di Kota Mataram,” ujan Budi, Senin (21/9).
Tower EWS baru tersebut rencananya ditempatkan di kawasan pesisir selatan Mataram, tepatnya di sekitar Pantai Gading, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Dengan tambahan satu unit tersebut, Kota Mataram akan memiliki empat titik sistem peringatan dini tsunami.
Saat ini, terdapat tiga unit EWS tsunami yang tersebar di tiga lokasi. Ketiganya berada di Pantai Loang Baloq, Pantai Bintaro, dan Kantor Lurah Jempong Baru.
“Sekarang kita punya tiga EWS. Ada di Pantai Loang Baloq, Pantai Bintaro, dan di Kantor Lurah Jempong Baru,” ujarnya.
Budi memastikan ketiga perangkat EWS tersebut masih berfungsi dengan baik. Pemeliharaan dan pengujian sistem dilakukan secara berkala untuk memastikan perangkat tetap siap digunakan ketika dibutuhkan.
“Pengujiannya berkala kami lakukan. Kami rutin melakukan uji coba sistem setiap tanggal 26 setiap bulannya,” jelasnya.
Selain pengujian langsung, proses pemantauan juga dilakukan melalui kamera pengawas atau CCTV yang terhubung secara terpadu dengan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BNPB.
Budi menambahkan, masing-masing perangkat EWS memiliki jangkauan deteksi mulai dari sekitar 2,5 meter hingga 3 kilometer.
Dengan penambahan satu unit EWS pada 2027, Pemerintah Kota Mataram berharap sistem deteksi dini terhadap potensi tsunami di kawasan pesisir dapat semakin optimal. Penguatan sistem peringatan dini tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memberikan perlindungan lebih bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. (pan)



