Giri Menang (Suara NTB) – Pengelola Pasar Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat berupaya keras menangani tumpukan sampah yang menggunung di pasar tersebut. Namun, tumpukan sampah belum juga bisa ditangani. Lantaran terkendala armada dan ritase pengangkutan sampah yang belum maksimal.
Untuk menangani tumpukan sampah ini, pihak pengelola pasar berharap ritase atau pengangkutan dan armada mengangkut sampah ditambah. Kepala Pasar Gunungsari, Ahmad Taufiqqurahman mengatakan, pihaknya beberapa kali berinsiatif secara pribadi dan bekerja sama dengan DLH untuk mengangkut sampah pasar tersebut.
Termasuk, kata dia, pada Minggu (20/9/2026) dilakukan pengangkutan delapan truk sampah. “Delapan truk yang bisa diangkut, karena persoalan di TPA Kebon Kongok ini dibatasi satu truk (satu ritase) dalam sehari,” kata dia Senin (21/9/2026).
Awalnya pengangkutan sampah bisa ditarget 15 kali, tetapi menjadi delapan kali karena adanya pembatasan ritase ke TPA Kebon Kongok.
Menurutnya, pembatasan pembuangan sampah ini menjadi kendala, sehingga terjadi penumpukan di pasar maupun di desa-desa. Untuk mempercepat mengurai tumpukan sampah ini, pihaknya berharap agar ritase pembuangan sampah di TPA tidak dibatasi oleh TPA dalam hal ini Pemprov selaku pengelola. “Kami harapkan provinsi (TPA) jangan batasi sampah dari masyarakat, pasar,” harap dia.
Selain itu, pihaknya berharap pengakutan ditambah menjadi dua sampai tiga kali. Sebab untuk mengangkut tumpukan sampah di pasar itu butuh sekitar 50 truk. “Tinggal 50 truk ini yang butuh diangkut,” imbuhnya.
Pihaknya berharap agar armada yang disiapkan di Pasar Gunungsari juga ditambah.
Saat ini, terdapat dua armada yang stand by. “Kalau bisa ditambah menjadi tiga,” harap dia. Dengan penambahan pengangkutan dan Armada ini, tumpukan sampah di pasar itu diharapkan tertangani. (her)



