Dompu (Suara NTB) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, terus memperkuat pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak. Sejumlah 38 ribu dosis vaksin telah disuntikan ke hewan ternak.
Vaksinasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga kekebalan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak. “Dengan pemberian vaksinasi, sampai saat ini kasus PMK di Dompu masih terkontrol,” kata Ilham, SP saat dikonfirmasi Suara NTB, Selasa (22/9).
Pihaknya saat ini masih menunggu tambahan dosis vaksin dari pemerintah pusat. Disamping itu, dilakukan pendataan ulang populasi ternak serta mendorong peternak memperketat pengawasan dan pemisahan antara ternak yang sehat dengan ternak yang menunjukkan gejala sakit.
Kewaspadaan tersebut dinilai penting mengingat PMK kembali ditemukan pada ternak di Pulau Lombok. Ilham menyebutkan, Disnakeswan Lombok Timur melaporkan 140 ekor sapi di 13 kecamatan terjangkit PMK hingga awal September. Petugas juga masih menerima laporan sapi yang menunjukkan gejala mirip PMK di sejumlah kecamatan.
Kondisi itu menjadi perhatian bagi daerah sentra ternak seperti Dompu, terutama karena lalu lintas dan mobilitas ternak berpotensi menjadi salah satu jalur penyebaran penyakit.
Ilham mengingatkan peternak agar tidak mengabaikan gejala penyakit pada ternak. Pemisahan ternak sakit menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko penularan, selain menjaga kebersihan kandang dan membatasi perpindahan ternak yang tidak diperlukan.
“Kalau ada kasus penyakit atau sakit, segera laporkan ke UPTD peternakan terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut,” harapnya.
Sebelumnya, vaksinasi PMK di Dompu memang menjadi perhatian pemerintah karena daerah ini memiliki populasi ternak yang besar. Pada awal 2026, pemerintah menargetkan 38 ribu dosis vaksin PMK dengan kegiatan vaksinasi dipusatkan antara lain di kawasan penggembalaan Doroncanga, Kecamatan Kempo.
Dengan kembali munculnya kasus PMK di sejumlah wilayah di Lombok, penguatan vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak dan pelaporan cepat dari peternak dinilai penting untuk mempertahankan kondisi Dompu tetap terkendali. (ula)



