Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan apresiasi atas perjuangan Kafilah NTB yang berhasil menembus posisi sembilan besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
NTB mengumpulkan 34 poin pada ajang tersebut, meningkat dibandingkan capaian pada dua penyelenggaraan sebelumnya, yakni peringkat ke-18 di Kalimantan Selatan dan peringkat ke-23 di Kalimantan Timur.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi dan ramah tamah Kafilah MTQ NTB di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (24/9) malam.
Acara tersebut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB Amir, Ketua Harian LPTQ Provinsi NTB Sabarudin, para tuan guru, pelatih, official, serta seluruh peserta kafilah, baik yang hadir secara langsung maupun melalui konferensi video.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas perjuangan para peserta serta seluruh tim yang telah membawa NTB menembus sembilan besar nasional.
“Pertama-tama, perkenankan saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi NTB dari hati yang tulus menyampaikan ucapan selamat. Selamat sudah kembali dalam keadaan sehat, dan selamat atas prestasi luar biasa ini. Ini lompatan kuantum (quantum leap). Harapan awal kita paling tidak bisa masuk 10 besar, alhamdulillah kita justru berhasil menembus peringkat ke-9 nasional,” ujar Gubernur.
Gubernur mengatakan capaian tersebut tidak hanya penting dari sisi prestasi, tetapi juga dapat menjadi modal untuk membangun kepercayaan diri masyarakat NTB.
“Setiap kebaikan dan prestasi harus kita angkat untuk menambah rasa percaya diri masyarakat. Ketika orang percaya diri, mereka tidak akan mudah baper atau sensitif. Kemenangan ini saya manfaatkan sebagai syiar untuk menaikkan kepercayaan diri masyarakat NTB bahwa anak-anak dan pelatih kita memiliki kapasitas luar biasa yang tidak kalah bersaing,” tegasnya.
Gubernur juga menyampaikan kilas balik proses pembentukan kepengurusan LPTQ hingga persiapan MTQ yang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan. Menurutnya, berbagai penyesuaian strategi yang dilakukan dengan mempertimbangkan kemanusiaan dan keselamatan kafilah tidak menghalangi tim untuk memberikan hasil terbaik.
Ke depan, Pemprov NTB akan memperkuat perencanaan dan sistem pembinaan menghadapi MTQ tahun 2027. Gubernur menekankan agar pembinaan tidak hanya berorientasi pada kompetisi MTQ, tetapi juga diarahkan untuk membumikan Al-Qur’an dan menjaring bibit unggul sejak dini.
LPTQ, kata dia, perlu memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) serta lembaga pesantren dan madrasah agar pembinaan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekda NTB Abul Chair selaku Ketua Umum LPTQ NTB menyampaikan rasa syukur atas dedikasi para peserta dan pelatih.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak. Nampaknya proses tidak mengkhianati hasil. Keberhasilan ini adalah kemuliaan buat kita semua dan kemuliaan bagi NTB,” ujar Sekda penuh haru.
Sekda menambahkan bahwa Pemprov NTB berkomitmen memberikan dukungan pembinaan secara berkelanjutan, termasuk memperhatikan kebutuhan penganggaran serta perhatian bagi para juara dan seluruh komponen kafilah.
“Apapun itu, kita carikan ruangnya insyaallah. Pak Gubernur juga sudah bertekad dan menyetujui hal ini. Namun lebih dari sekadar prestasi duniawi, yang paling utama adalah kita menginginkan berkah dan syafaat dari Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ketua Harian LPTQ Provinsi NTB Sabarudin mengatakan capaian sembilan besar nasional menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan dalam jangka panjang.
Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi kompetitif pada MTQ, tetapi juga memperkuat visi NTB sebagai “Serambi Al-Qur’an” melalui penguatan pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat. (ham)



