BerandaNTBSUMBAWA BARATTRC Ambulans KSB Layani 31.348 Pasien

TRC Ambulans KSB Layani 31.348 Pasien

Taliwang (Suara NTB) – Layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans berbasis puskesmas di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah mencapai 31.348 pasien hingga 20 September 2026. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 6.609 layanan.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Mutu dan Sumber Daya Kesehatan (PMSDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB, H. Indra Alamsyah, dalam kegiatan coffee morning Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama media di Ai Bua, Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, Kamis(24/9).

Menurutnya, pemanfaatan TRC Ambulans tidak hanya untuk kondisi kegawatdaruratan. Dari total layanan hingga 20 September 2026, sebanyak 86,24 persen merupakan layanan non-emergency. Tercatat 12,04 persen kunjungan layanan kesehatan terjadwal serta 1,55 persen layanan emergency.

“Artinya, pemanfaatan TRC tidak hanya pada kondisi emergency. Masyarakat juga memanfaatkan layanan ini untuk kebutuhan pelayanan kesehatan lainnya,” papar Indra.

Dari jenis pelayanannya, TRC Ambulans banyak digunakan untuk penanganan dan pemantauan penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, cephalgia, gastritis, serta pemeriksaan tekanan darah. Kondisi tersebut, kata Indra, menunjukkan layanan TRC turut mendukung pemantauan pasien dengan penyakit kronis dan kebutuhan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.

Selain capaian layanan, Dinkes KSB mencatat tingkat pengetahuan dan kepuasan masyarakat terhadap TRC Ambulans sebagai salah satu bentuk layanan program KSB Maju Kesehatan juga mengalami peningkatan. Pada Agustus 2026, Indra mengungkap masyarakat yang mengetahui layanan TRC mencapai 86 persen. Sedangkan, tingkat kepuasan tercatat 80,2 persen atau meningkat dibandingkan pengukuran Desember 2025.

Indra menyampaikan, capaian tersebut menjadi dasar bagi Dinkes KSB untuk terus memperkuat TRC Ambulans, tidak hanya dalam respons kegawatdaruratan, tetapi juga pelayanan preventif, pemantauan penyakit kronis, kunjungan terjadwal, dan perluasan akses pelayanan kesehatan primer.

“Mudah-mudahan untuk bentuk layanan KSB Maju Kesehatan lainnya juga terus meningkat,” harapnya.(bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN







VIDEO