Giri Menang (Suara NTB) – Akses jalan rusak di Desa Wisata Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat (Lobar) mulai dikerjakan. Pengerjaan jalan ini dianggarkan Rp2,4 miliar lebih. Ditargetkan masa pengerjaan perbaikan jalan ini selama 150 hari kalender. Pembangunan jalan ini diharapkan menunjang akses ekonomi, kesehatan, pendidikan dan pariwisata di daerah itu.
Pantauan media di lapangan, saluran irigasi bagian pinggir kiri dan kanan dibongkar. Beberapa titik saluran yang tutup oleh warga dibongkar demi kelancaran saluran.
Kepala Desa Banyumulek, H. Jamaludin mengatakan, perbaikan jalan dari simpang empat Masjid Kembar menuju ke utara telah dimulai. “Bertahun-tahun kami usulkan, baik ke kecamatan, Pemkab, provinsi bahkan ke pusat kami layangkan prososal. Alhamdulillah tahun 2026 ini jalan itu sudah dimulai dikerjakan,” kata Jamaludin belum lama ini.
Pembangunan jalan tersebut menjawab keluhan warga selama ini, karena jalan ini vital, sebab menghubungkan ke pasar, sekolah, dan sangat menunjang pariwisata desa wisata setempat. Jalan ini menghubungkan langsung ke lokasi proses pembuatan gerabah. Dengan begitu, wisatawan asing termasuk tamu kapal pesiar yang berkunjung ke daerah itu tidak lagi mengeluh melewati jalan rusak.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemkab karena telah membangun jalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat setempat.
Hal senada disampaikan Ketua BPD Banyumulek, Sarbini Azhari. Menurutnya, warga bersyukur dan berterima kasih atas dibangunnya jalan itu. “Karena jalan itu sangat vital ya, itu jalur menuju pasar desa, ke lokasi packing gerabah,yang paling aman melalui jalan itu, sebab kalau jalan utama sangat mengganggu,” ujarnya.
Jalan ini menunjang kerajinan gerabah di desa itu dan akses ibadah warga ke masjid kembar menara tunggal. Pada musim-musim hujan, warga sangat terganggu akibat jalan ini becek bahkan banjir. Sebaliknya, ketika musim kemarau seperti saat ini berdebu. (her)



