BerandaNTBLOMBOK UTARAKLU Butuh Anggaran Pemeliharaan Tower Peringatan Dini Tsunami

KLU Butuh Anggaran Pemeliharaan Tower Peringatan Dini Tsunami

BPBD Kabupaten Lombok Utara (KLU) membutuhkan anggaran untuk mendukung pemeliharaan empat unit tower peringatan dini tsunami di KLU. Sejak dibangun tahun 2025, tower tersebut tidak memiliki pagar pembatas yang menjadi pengamanan sarana milik pemerintah.

Kepala Pelaksana BPBD KLU, H. M. Zaldy Rahadian, ST., Jumat (25/9/2026), mengungkapkan fasilitas peringatan dini tsunami tersebut merupakan bantuan dari Bank Dunia yang dibangun dan serahkan ke Pemda Lombok Utara. Statusnya sebagai aset Pemda, sudah selayaknya fasilitas dibuatkan pagar pengaman.


“Minimal dibutuhkan untuk tembok keliling. Misalnya di Gondang itu langsung tidak ada batas dengan permukiman, ya cukup riskan,” ungkap Zaldy.


Ia menjelaskan, pembangunan tembok atau pagar keliling di sekitar tower bertujuan untuk melindungi fasilitas dari berbagai risiko. Pasalnya, tower peringatan dini tsunami berada di tengah permukiman warga. Ada pula tower yang berada di area terbuka dan mudah diakses masyarakat.


Disebutkan, keempat tower peringatan dini tsunami masing-masing terletak di Desa Gondang dan Desa Segara Katon di kecamatan Gangga, serta Desa Sokong dan Desa Jenggala di Kecamatan Tanjung.


Zaldy mengatakan, fasilitas pendukung pengaman aset lainnya adalah dalam bentuk reparasi dan pemeliharaan fasilitas. Hal ini dimaksudkan agar peralatan tetap dapat berfungsi.


BPBD telah mengajukan usulan anggaran tersebut pada tahun 2025 untuk dilaksanakan tahun 2026. Hanya saja, TAPD belum dapat mengakomodir anggaran mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah.


BPBD Lombok Utara juga telah mengusulkan pembangunan sembilan titik tower peringatan dini tsunami tambahan untuk mendukung 4 unit sarana yang sudah terbangun. Diantara unit usulan tersebut ditempatkan di 3 Gili (Trawangan, Meno, Air), kecamatan Pemenang, Kayangan hingga Bayan.


Sarana Tower Peringatan Dini Tsunami ini idealnya terbangun di tiap kecamatan. Mengingat, wilayah Lombok Utara berada pada bentang garis pantai yang menghubungkan 5 kecamatan. Selain itu, peristiwa gempa 2018 dengan magnitudo cukup besar juga pernah terjadi di Lombok Utara.


“Tiga Gili masing-masing satu unit mengingat di sana rentan dan menjadi daerah kepulauan. Semua juga dilengkapi HT untuk memudahkan koordinasi di pusatnya di Pusdalops. Ketika alarm dipencet maka akan berbunyi,” jelas Zaldy.
Sistem tersebut tidak hanya mengandalkan alarm sebagai sarana peringatan.

Perangkat komunikasi berupa HT juga menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi antara lokasi tower dengan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).


Penguatan sistem peringatan dini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana di Lombok Utara. Selain pembangunan tower, Bank Dunia sebelumnya turut memberikan dukungan melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Keluarga Siaga Bencana (Kencana). (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN







VIDEO