BerandaNTBKOTA MATARAMRp600 Juta untuk Armada dan “Tempah Dedoro”

Rp600 Juta untuk Armada dan “Tempah Dedoro”

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mendapatkan insentif sebesar Rp10,5 miliar dari empat penghargaan berbeda di tingkat nasional. Dari total insentif tersebut, sebanyak Rp600 juta dialokasikan untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan dana tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat infrastruktur kebersihan. Alokasi anggaran dibagi ke sejumlah kebutuhan prioritas, mulai dari pengadaan armada hingga penataan ruang terbuka hijau.

Secara rinci, DLH Kota Mataram mengalokasikan Rp350 juta untuk pengadaan satu unit mobil pikap dan sekitar Rp150 juta untuk pembangunan tempah dedoro (sampah). Sementara itu, sisa anggaran akan digunakan untuk pembangunan taman di Dasan Cermen.

“Untuk mobil pikap, akan digunakan mengangkut kompos dari masing-masing tempah dedoro. Sementara itu, kami akan membangun sebanyak 83 tempah dedoro dengan anggaran Rp150 juta,” ujar Nizar, Rabu (30/9).

Nizar menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 1.300 tempah dedoro yang tersebar di Kota Mataram. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 8.000 tempah dedoro, dengan minimal 20 titik di setiap lingkungan.

“Target kami 8.000 tempah dedoro dengan satu lingkungan minimal 20 titik,” katanya.

Menurut Nizar, keberadaan tempah dedoro memberikan dampak terhadap pengurangan sampah organik di Kota Mataram. Ribuan tempah tersebut diperkirakan mampu mengurangi sampah organik sekitar 4–5 ton per hari.

Sebelumnya, Pemkot Mataram telah mengusulkan penggunaan insentif sebesar Rp10,5 miliar tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dana tersebut direncanakan dialokasikan untuk sejumlah sektor. Rinciannya, Rp2 miliar untuk pengolahan sampah dan lingkungan, Rp6 miliar untuk kategori Program 3 Juta Rumah, Rp1,5 miliar untuk layanan kesehatan, serta Rp1 miliar untuk sektor pendidikan. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO