Mataram (Suara NTB) – Harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) di NTB dinilai masih stabil, kendati terdapat beberapa jenis komoditas yang mengalami kenaikan harga akibat penurunan produksi.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata, menyampaikan hasil pantauan di pasar-pasar percontohan, secara umum harga bapok masih relatif stabil. Namun, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan dibandingkan sehari sebelumnya.
Pada komoditas beras, harga beras premium Cap Tanjung turun dari Rp15.625 menjadi Rp15.450 per kilogram. Penurunan Rp175 terjadi seiring meningkatnya stok.
Sebaliknya, beras premium Cap Mataram naik dari Rp14.600 menjadi Rp15.300 per kilogram atau bertambah Rp700. Kenaikan tersebut dipengaruhi pasokan yang menurun. Sementara harga beras medium, beras premium lainnya, dan beras SPHP relatif stabil.
Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Wiranata mengemukakan, cabai merah keriting naik dari Rp44.433 menjadi Rp44.867 per kilogram. Cabai merah besar naik dari Rp32.067 menjadi Rp32.933 per kilogram.
“Keduanya dipengaruhi penurunan pasokan,” ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Sementara cabai rawit merah justru turun dari Rp60.083 menjadi Rp59.917 per kilogram karena stok meningkat. Harga bawang merah juga turun Rp200 menjadi Rp25.067 per kilogram.
Di sektor peternakan dan perikanan, harga telur ayam ras naik tipis dari Rp28.800 menjadi Rp28.889 per kilogram. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan.
Kenaikan lebih terasa pada ikan kembung yang mencapai Rp45.000 per kilogram dari sebelumnya Rp42.500. Harga ikan tongkol juga naik dari Rp33.833 menjadi Rp34.183 per kilogram. Kedua komoditas tersebut terdampak menurunnya hasil tangkapan nelayan.
Wiranata mengatakan, dinamika harga tersebut menunjukkan perubahan pasokan dan permintaan masih menjadi faktor utama pergerakan harga bapok di NTB.
Meski demikian, sejumlah komoditas utama lainnya masih stabil, di antaranya gula pasir, minyak goreng, daging sapi, tepung terigu dan kedelai. (bul)



