Praya (Suara NTB) – Kehadiran ajang MotoGP Mandalika telah memberikan dampak yang besar tidak hanya bagi Kawasan The Mandalika, tetapi Indonesia secara luas dari sisi promosi. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari tingginya Advertising Value Equivalency (AVE) atau nilai promosi dari ajang tersebut yang hingga tahun 2025 lalu sesuai hasil kajian Kementerian PPN/Bappenas ditaksir mencapai hingga Rp6,9 triliun. Tingginya AVE tersebut membuat Indonesia, khususnya Kawasan The Mandalika semakin dikenal dunia.
“Eksposur global MotoGP Mandalika telah memberikan nilai promosi bagi Indonesia dan Kawasan The Mandalika yang besar. Kajian dari Kementerian PPN/Bappenas menyebutkan AVE MotoGP Mandalika mencapai sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun,” ungkap Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dalam keteranganya, Kamis (1/10).
Artinya, kehadiran ajang MotoGP Mandalika sangat penting sebagai sarana promosi yang mampu mengangkat nama Indonesia dan kawasan The Mandalika di mata dunia. Karena dengan berbagai pemberitaan dan peliputan tentang MotoGP Mandalika secara tidak langsung membuat kawasan The Mandalika dan Indonesia semakin dikenal.
Kondisi tersebut secara tidak langsung juga mampu meningkatan eksposur kawasan The Mandalika. Di mana angka kunjungan wisatawan ke Kawasan The Mandalika bisa meningkatkan hingga 11 persen dalam tahun-tahun kedepan. Dengan potensi tambahan belanja wisatawan mencapai Rp44,5 miliar. Dengan catatan didukung pula dengan promosi destinasi yang terintegrasi.
Lebih lanjut Maya mengungkapkan, selain dampak promosi yang masif tersebut masih banyak dampak positif lainnya dari kehadiran ajang MotoGP. Terutama dari sisi ekonomi, gelaran MotoGP Mandalika 2025 misalnya itu memberikan dampak ekonomi senilai Rp 2,7 hingga 4,7 triliun. Nilai tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya potensi sport tourism seperti MotoGP Mandalika sebagai salah satu penggerak pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
Hal itulah yang membuat posisi MotoGP Mandalika bagi InJourney sangatlah penting. MotoGP Mandalika sebut Maya bukan lagi sekadar event olahraga internasional. Tetapi telah bertransformasi menjadi platform yang mempertemukan olahraga, pariwisata, konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, talenta lokal, hingga nation branding Indonesia.
Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk memperkuat dan membangun ekosistem yang terintegrasi dari ajang MotoGP. Supaya bisa memberikan manfaatan yang terus berkembang dan tidak berhenti pada periode pelaksanaan event saja.
Karena itu, dibutuhkan concerted efforts dan semangat gotong royong dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Didukung oleh kementerian/lembaga, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat luas untuk memastikan dampak yang semakin luas dari ajang MotoGP Mandalika ke depannya.
“Bagi InJourney berbagai hasil kajian Kementerian PPN/Bappenas itu menjadi pembelajaran penting bagi dalam mengembangkan sport tourism di Indonesia ke depan. Kami ingin setiap penyelenggaraan event internasional di Indonesia mampu meninggalkan legacy,” tegas Maya. (kir)



