Mataram (Suara NTB) – Kebakaran di lereng Rinjani, tepatnya pendakian Bukit Setampol, Puncak Sangkareang, kawasan Resor Senaru dan Torean perlahan-lahan sudah bisa diatasi. Meski demikian, kebakaran yang terjadi di lahan kurang lebih 1.098 hektare masih ditemukan asap dari bara yang menyala di sekitar Resor Torean.
Tim pemadam di lapangan terus melakukan upaya pemadaman dengan tujuan memastikan tidak ada lagi indikator api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Astekita Ardiaristo, mengatakan tim dari BTNGR masih melakukan pemantauan guna memastikan tidak lagi muncul titik api. Di samping itu, dilakukan juga asesmen untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan jalur pendakian akibat kebakaran hutan.
“Termasuk kondisi lintasan, vegetasi, potensi bahaya, serta titik-itik jalur yang membutuhkan penanganan,” ujarnya, Kamis (1/10).
Hasil asesmen ini, nantinya dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan dan pengamanan jalur. Sehingga setelah seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi, jalur dapat kembali dilewati secara aman oleh pendaki.
Menurutnya, pembukaan kembali jalur tidak dilakukan hanya berdasarkan padamnya api, tetapi juga harus mempertimbangkan hasil evaluasi kondisi jalur, stabilitas medan, potensi pohon tumbang, material bekas terbakar serta aspek keselamatan pengunjung lainnya.
Meski api dipastikan padam, BTNGR masih menutup sementara dua jalur pendakian, yaitu jalur Senaru dan Torean ditutup sementara. Penutupan jalur Torean telah lebih dulu dilakukan pada 23 September 2026 lalu, sementara penutupan jalur pendakian Senaru dimulai pada Sabtu, 26 September 2026 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.
“Sehingga untuk sementara Jalur Senaru dan Torean tidak digunakan sebagai jalur masuk maupun keluar aktivitas pendakian hingga terdapat kebijakan lebih lanjut berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan,” katanya.
Bagi calon pendaki yang telah memiliki e-ticket melalui Jalur Wisata Pendakian Senaru mulai tanggal 26 September 2026, dapat melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengalihan pintu masuk dan keluar melalui lalur Wisata Pendakian Sembalun sampai dengan Jalur Senaru dibuka kembali.
Sementara itu, bagi pendaki yang masih melakukan aktivitas pendakian dan sebelumnya memilih Jalur Senaru atau Torean sebagai pintu keluar, diarahkan untuk mengalihkan perjalanan melalui Jalur Wisata Pendakian Sembalun, sesuai dengan arahan petugas Balai TN Gunung Rinjani di lapangan.
Dalam menangani kebakaran tersebut, pihak BTNGR telah menerjunkan sekitar 80 personel. Namun, dalam pelaksanaannya, proses pemadaman api mengalami kendala seperti angin yang sangat kencang mempercepat pergerakan api.
“Ada 80 personel dan tenaga pendukung terlibat dalam rangkaian penanganan. kebakaran. Personel ditempatkan dan digerakkan pada sejumlah lokasi, antara lain Bukit Setampol, Jalur Pendakian Torean, sektor Senaru, Pos 3 Senaru serta kawasan yang mengarah ke Puncak Sangkareang dan Pelawangan Senaru,” terangnya.
Alat yang digunakan untuk membantu proses pemadaman api berupa pemadam manual, drone, perangkat komunikasi, kendaraan roda empat dan roda dua, perlengkapan lapangan serta dukungan logistik. (era)



