Mataram (Suara NTB) – Sejumlah guru agama di Mataram harus mengelus dada. Pasalnya, tunjangan profesi guru mereka belum cair sejak bulan Agustus.
Sekretaris Persatuan Guru Agama (PGA) Kota Mataram, Abdurrahman membenarkan tunjangan profesi guru sejak bulan Agustus belum dicairkan. Pencairan tambahan pendapatan bagi guru itu dibayar hari ini (kemarin,red).
“Janjinya hari ini (kemarin,red) karena sedang diproses di Kemenag. Mudahan bisa cair sesuai janjinya,” ujarnya, Kamis (1/10).
Ia menjelaskan, penyebab keterlambatan pencairan TPG berkaitan dengan absensi guru agama jenjang SMA/SMK yang tidak sesuai dengan aturan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Alhasil, absensi tersebut ditolak dan mesti diubah sesuai dengan format baru.
“Format baru ini yang dikeluhkan oleh teman-teman guru tanpa sosialisasi terlebih dahulu,karena sebelumnya lancar-lancar saja dengan absen yang biasa dikumpulkan,” tuturnya.
Proses pencairan tunjangan profesi ini sering terjadi,sehingga Kemenag Kota Mataram diharapkan mengubah pola atau format pencairan agar tidak terjadi keterlambatan di bulan berikutnya. Ia mencontohkan pencairan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Kemendikdasmen) RI, tidak meski absensi ditandatangani pengawas setiap bulannya.
“Cukup ditandatangani oleh kepala sekolah masing-masing sesuai dengan format di Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama dari pusat, karena seperti itu juga dilakukan oleh Kemenag kabupaten/kota yang lain di NTB,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Hamdun mengatakan, keterlambatan pencairan biasanya diakibatkan persoalan absensi guru. Persoalan ini diharapkan bisa segera diselesaikan, agar TPG guru agama bisa dicairkan. “Ada perkumpulan guru yang sudah diminta untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Itu saja sebenarnya. Kalau sudah selesai aman,” pungkasnya. (sib)



