BerandaNTBLOMBOK TIMURLotim Masifkan Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting

Lotim Masifkan Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus berupaya memasifkan Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (Genting) sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penanganan stunting di Lotim.


Program tersebut diperkuat melalui keberadaan ribuan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Lotim. Selain mengandalkan TPK, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lotim mengajak seluruh pihak untuk terlibat sebagai orang tua asuh dalam upaya mencegah stunting.


Kepala DP3AKB Lotim, Muksin, mengatakan pihaknya memiliki 21 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang didukung jejaring di masyarakat, termasuk Tim Pendamping Keluarga. Menurutnya, terdapat 3.063 TPK yang menjadi bagian dari jejaring pendampingan keluarga di Kabupaten Lombok Timur. Mereka dilibatkan dalam pelaksanaan intervensi melalui program Genting.


“Ini yang terus kami masifkan untuk bisa betul-betul melakukan intervensi, terutama terhadap siklus kehidupan,” kata Muksin.


Ia menjelaskan, perhatian utama diarahkan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan, ibu menyusui, hingga anak berusia di bawah dua tahun. Periode tersebut dinilai menjadi fase penting dalam pencegahan risiko stunting.


“Mulai dari ibunya hamil, ibu menyusui sampai dengan anak di bawah dua tahun. Anak-anak kita, risiko stuntingnya ada di sana,” ujarnya.


Muksin menambahkan, penguatan program Genting juga dilakukan melalui kegiatan Pekan Genting yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Dalam kegiatan tersebut, daerah didorong untuk meningkatkan pendataan orang tua asuh serta intervensi yang diberikan kepada keluarga sasaran.


DP3AKB Lotim, kata dia, terus melakukan penginputan data terkait orang tua asuh dan bentuk intervensi dalam program Genting. “Kemarin kami betul-betul progresif melakukan pengentrian data-data Genting. Alhamdulillah, kami patuhi,” katanya.


Muksin menyebut upaya tersebut mendapat apresiasi dalam penilaian tingkat nasional. Berdasarkan penilaian Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Lotim disebut menjadi salah satu daerah dengan capaian terbaik pada pelaksanaan Pekan Genting di tingkat regional.


Ke depan, DP3AKB Lotim akan terus memperkuat jejaring pendampingan sekaligus mendorong keterlibatan lebih banyak pihak sebagai orang tua asuh. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas intervensi kepada keluarga yang memiliki risiko stunting, terutama pada periode 1.000 HPK.


Program Genting sendiri diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam mencegah stunting melalui keterlibatan orang tua asuh, sehingga upaya penanganan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai unsur di masyarakat. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN










VIDEO