Mataram (Suara NTB) — Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo, Kota Mataram, memasuki minggu ke-16. Hingga kini, progres fisik pembangunan mencapai 13,028 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada 31 Desember 2026, termasuk tahap uji coba atau commissioning sistem pengolahan sampah.
Quantity Surveyor (QS) TPST Kebon Talo, Lukmanul Hakim, mengatakan progres pembangunan saat ini masih didominasi pekerjaan sipil. Pekerjaan sipil dan bangunan hanya menyumbang sekitar 20 persen dari total nilai proyek. Sementara itu, sekitar 75 persen nilai proyek berasal dari pengadaan dan pemasangan mesin pengolah sampah serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal (Mechanical Electrical/ME).
“TPST ini fokus utamanya pada sistem pemrosesan, pada mesin dan sistem mekanikal elektrikal,” ujar Hakim, pekan lalu.
Saat ini, tim di lapangan fokus mengerjakan pengecoran lantai bangunan inti. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk memastikan beton mencapai tingkat kematangan yang sesuai sehingga mampu menopang beban peralatan berat.
Selain pengecoran lantai, pekerjaan atap bangunan juga telah rampung. Dengan selesainya atap, proses pengecoran lantai dapat berjalan tanpa banyak terpengaruh kondisi cuaca.
Sesuai jadwal, vendor penyedia mesin, kata Hakim, PT Tuntas Sampah Indonesia (Tuntasin Sampah), akan mendatangkan unit mesin ke lokasi pada awal November 2026. Setelah beton dinyatakan matang, tim akan melakukan perakitan atau assembling mesin.
“Pekerjaan atap bangunan sudah selesai, jadi pengecoran lantai tidak terhalang cuaca. Saat mesin Tuntas tiba di bulan November, lantai beton sudah matang dan siap untuk proses perakitan,” jelasnya.
Hakim mengatakan pelaksanaan proyek sejauh ini berjalan tanpa kendala teknis maupun cuaca. Kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang turut membantu percepatan pekerjaan struktur di lapangan.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya membangun TPST Kebon Talo di atas lahan seluas 1,48 hektare. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 60 ton sampah per hari.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan TPST Kebon Talo akan melayani sampah dari Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela. Pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada 12 Juni 2026 dengan masa layanan yang dirancang mencapai 20 tahun.
“Kehadiran TPST Kebon Talo menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Mataram. Saat ini, produksi sampah di Kota Mataram mencapai sekitar 325 ton per hari,” ujar Nizar.
Ia mengungkapkan, kebutuhan terhadap infrastruktur pengolahan sampah semakin mendesak setelah penutupan TPA Regional Kebon Kongok yang berdampak pada keterbatasan kapasitas pengelolaan sampah. (pan)



