BerandaNTBLOMBOK UTARAAdaptif dengan Pariwisata, Trash Hero Bayan Perluas Cakupan Kelas Bahasa Inggris Gratis

Adaptif dengan Pariwisata, Trash Hero Bayan Perluas Cakupan Kelas Bahasa Inggris Gratis

Tanjung (Suara NTB) – Potensi pariwisata yang tinggi mendorong NGO – Trash Hero Bayan, Yayasan Tanah Inaq dan Saifana Organic Farm, untuk memperluas edukasi literasi Bahasa Inggris. Pelatihan singkat yang dilaksanakan hari Minggu setiap pekan tersebut, secara konsisten diselingi dengan kepedulian terhadap lingkungan dan belajar bertanam organik di kalangan siswa.

Founder Trash Hero Bayan, Sutikno pada Senin (5/10/2026) mengakui, pihaknya memutuskan untuk memperluas jangkauan pelibatan siswa dalam praktik Bahasa asing khususnya Bahasa Inggris. Sebelumnya, literasi Bahasa Inggris gratis diikuti oleh siswa SD dan SMP di sekitar Yayasan di Desa Loloan, kecamatan Bayan.

“Alhamdulillah, kegiatan rutin setiap hari Minggu sore di Saifana, yaitu Kelas Bahasa Inggris gratis untuk SD dan SMP-SMA tetap dapat kami laksanakan. Minggu kemarin, jumlah peserta lebih dari 50 orang dari tingkat SD sampau dengan SMA,” ujar Sutikno.

Khusus di Desa Loloan, Kecamatan Bayan, letak geografis yang dekat dengan Gunung Rinjani, dan Lombok Utara memiliki 3 Gili (Trawangan, Meno dan Air), akan menghadirkan mobilitas wisatawan asing yang sangat tinggi. Para generasi muda ke depan, harus bisa beradaptasi dengan potensi tersebut untuk memaksimalkan pembangunan baik bagi diri pribadi, masyarakat maupun daerahnya.

Sutikno optimis, penguatan literasi melalui kelas teori dan praktik singkat, dapat meningkatkan kualifikasi peserta dalam berbahasa Asing. Minimal kata dia, peserta dapat berinteraksi aktif ketika terdapat wisatawan Asing yang datang menginap di Saifana Bungalows, ataupun kunjungan kelompok belajar dari lembaga lain.

“Kami juga sudah mulai menyiapkan Beruga Belajar. Fasilitas ini kami siapkan untuk mendukung program Literasi lingkungan, maupun kelas Bahasa Inggris,” imbuhnya.

Sutikno melanjutkan, sebagai penguatan karakter dan sumber daya manusia anak-anak di Desa Loloan, pihaknya menjadwalkan tiga agenda berbeda di tiap pekannya. Setiap Jumat, siswa diberikan pelatihan Tari Tradisional, dilanjutkan dengan keterampilan membuat souvenir dari benang (gantungan kunci, gantungan HP) pada hari Sabtu.

“Sedangkan pada hari Minggu, itu edukasi lingkungan, dilanjutkan dengan bakti lingkungan berupa clean-up pada pagi hari, dan kelas Bahasa Inggris pada sore hari,” jelasnya.

Sutikno bertekad, melalui lembaganya, dirinya bersama anggota akan mengenalkan lebih dekat Bahasa International kepada siswa sekitar Yayasan.

“Karena daerah kita banyak tempat wisata, dan banyak wisatawan mancanegara yang datang berkunjung. Paling tidak, ada komunikasi dasar untuk adik-adik generasi penerus dengan para wisatawan manca negara,” tandasnya. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO