BerandaNTBLOMBOK BARATKesenian Genggong Gelangsar Lobar Tarik Perhatian Pembalap MotoGP dan Tamu di BIZAM

Kesenian Genggong Gelangsar Lobar Tarik Perhatian Pembalap MotoGP dan Tamu di BIZAM

Giri Menang (Suara NTB) – Atraksi Genggong Gelangsar Lombok Barat (Lobar) menjadi salah satu kesenian tradisional yang ditampilkan pada penyambutan kedatangan pembalap MotoGP di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah. Kesenian hampir punah itupun pun cukup menarik perhatian para pembalap dan kru.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Lobar, Agus Gunawan menyampaikan kebanggaannya karena Genggong ditampilkan sebagai penyambutan kedatangan para pembalap kelas dunia pada even MotoGP. Penyambutan dimulai pada hari Senin hingga Selasa (6/10/2026). “Mulai hari Senin (kemarin), lalu kemarin sore sampai dengan malam hari dan lanjut pada hari ini (Selasa, red) juga,” kata Agus.

Atraksi kesenian Genggong yang hampir punah ini bahkan menarik perhatian para penumpang di terminal kedatangan BIZAM dalam rangka Road to MotoGP 26. “Alhamdulillah Genggong Gelangsar Lombok Barat yang tampil menarik perhatian Riders Internasional MotoGP di BIZAM,” ujarnya.

Dengan menampilkan kesenian Genggong menyambut pembalap dunia, tentunya menjadi salah satu upaya Pemkab melestarikan seni budaya hampir punah.
Sekaligus menjadi promosi untuk Kesenian ini sehingga bisa hidup dan eksis kembali bahkan mendunia. Sesuai komitmen Pemkab yang menampilkan seni budaya dalam berbagai even yang diadakan Pemkab. Mulai dari CFN, CFD, Festival Senggigi, Senggigi Sunset Show, dan lainnya.

Kesenian Genggong Desa Gelangsar Kecamatan Gunungsari Lobar merupakan warisan leluhur turun temurun. Seni memadukan suara atau bunyi nada dari napas mulut itu terancam punah seiring perkembangan zaman. Pihak Sanggar Seni di desa itu pun berupaya keras untuk melestarikannya.

Ketua Sanggar Seni Pade Angen Desa Gelangsar, Lukman mengatakan, bahwa Kesenian Genggong ini telah diundang oleh Pemkab untuk tampil mengisi Car Free Nite (CFN) secara swadaya. “Kami berinisiatif supaya kesenian Genggong ini dikenal lagi sama masyarakat Lobar. Karena Genggong ini hampir punah,” kata Lukman.

Upaya melestarikan kesenian ini pun menjadi tantangan. Pihaknya selaku anggota sanggar seni berupaya mengembangkan kesenian ini. Pihaknya melatih anak-anak usia dini, mulai dari Tingkat SD, SMP dan MTs agar kesenian ini tidak hilang. Pelaku seni yang senior melatih para juniornya secara berkala. Saat ini jumlah anak binaan yang sering latihan di sanggar seni sebanyak 25 anak.

Sekarang, kata dia, kesenian ini belum tampil sekali pun. Baru kali pertama di CFN. Menurutnya untuk mempertahankan kesenian ini butuh peran aktif pemerintah menyiapkan panggung atraksi. Melibatkan kesenian ini dalam kegiatan pemerintah. Selain itu, perlu dukungan alat yang masih kurang yakni microphone mini. “Kita kekurangan mik kecil,” imbuhnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO