BerandaNTBKOTA BIMAProduk Garam Merah Putih Bidik Pasar Luar Daerah

Produk Garam Merah Putih Bidik Pasar Luar Daerah

Bima (Suara NTB) –Pemerintah Kabupaten Bima resmi meluncurkan garam beryodium dengan merek Garam Merah Putih Bima, Selasa (6/10). Produksi garam ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi ditargetkan menembus pasar modern di luar daerah.

Ketua Koperasi Produksi Tahu Tempe dan Garam Indonesia Nanga Tolo Sia, Khalil Alfala mengatakan, perluasan pasar menjadi salah satu kebutuhan setelah garam petani diolah menjadi produk konsumsi. Pihaknya berharap dukungan pemerintah dapat membuka akses pemasaran yang lebih luas.

“Kami berharap garam yang kami miliki dapat dijadikan sebagai salah satu produk yang masuk ke BUMD-BUMD yang dimiliki oleh Provinsi NTB. Kita juga berharap dapat dibantu untuk dipasarkan ke pasar-pasar moden lainnya,” katanya.

Pihaknya terbuka menjalin kemitraan untuk memperluas distribusi produk. Kemitraan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan pengolahan, tetapi juga pemasaran.

Menurut Khalil, perluasan distribusi tersebut diharapkan turut memberikan manfaat kepada petani garam yang menjadi pemasok bahan baku.

“Sehingga tidak hanya koperasi yang akan makmur, namun juga petani garam yang ada di wilayah sekitar juga tentunya nanti akan makmur,” katanya.

Kepala Balai Besar Produksi Garam Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Dr. Mohamad Zaki Mahasin mengingatkan peluncuran produk garam harus diikuti kemampuan membaca pasar. Menurutnya, koperasi perlu memiliki market intelligence agar pengembangan usaha tidak hanya berorientasi pada produksi.

“Koperasi tidak hanya menghitung laba nggak bisa. Sampai ke market intelijen harus dihitung. Hal ini penting untuk sustainability bisnisnya ke depan seperti apa,” katanya.

Zaki menilai system washing plant baru menjadi tahap awal pengembangan hilirisasi garam Bima. Karena itu, penguatan sumber daya manusia dan kemampuan pengelolaan usaha juga diperlukan. Ia menegaskan produk garam di Bima harus mampu bersaing untuk bisa masuk pasar yang lebih luas. “Jadi masuk ke pasar itu jangan dibayangkan kita bisa jual begitu saja, tidak. Tapi harus kompetitif,” sebutnya.

Wakil Bupati Bima, dr. Irfan Zubaidy mengatakan pengolahan garam menjadi produk bernilai tambah penting untuk meningkatkan manfaat ekonomi bagi petani. Ia mendorong garam Bima tidak berhenti pada produk konsumsi, tetapi juga dikembangkan untuk kebutuhan industri.

“Kalau mau harganya bagus, kita upgrade garam kita menjadi garam industri baik itu chemical, pertambangan atau kosmetik. Kita menatap masa depan yang baik untuk seluruh petani garam di Kabupaten Bima,” katanya.

Irfan menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan hasil produksi petani terserap dengan harga yang layak.  Selain itu, pemerintah daerah juga menargetkan hilirisasi garam memberikan nilai tambah bagi daerah. “Kami ingin seluruh transaksi garam ini memberikan nilai tambah bagi PAD Kabupaten Bima,” ujarnya. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO