Giri Menang (Suara NTB) – H. Fauzan Husniadi menjadi salah satu calon Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) yang masuk tiga besar seleksi terbuka jabatan Sekda Lobar. Fauzan disebut menjadi kandidat kuat sebagai Sekda Lobar. Hal itu dibuktikan dengan hasil seleksi, bahwa ia berhasil mendapat nilai tertinggi.
Selain itu, selama menjabat di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Asisten III hingga menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda, ia membuktikan diri melalui kinerjanya. Salah satu yang krusial, ia mampu mengharmonisasi antara eksekutif dan legislatif, sehingga pembahasan APBD yang deadlock ada jalan keluar atau titik temunya.
Dikonfirmasi media pada Senin (5/10/2026) lalu, usai diwawancara Wabup Lobar, Fauzan Husniadi menyampaikan bahwa ia memiliki program sebagai calon Sekda, tidak ada fragmentasi di semua OPD. “OPD itu satu, mendukung visi misi Bupati sesuai dengan RPJMD. Jangan ada fragmentasi lagi,” kata mantan Kepala BPKAD Lobar ini.
Semua OPD, kata dia, harus memiliki satu tujuan yakni menyukseskan visi misi Bupati dan RPJMD yang telah ditetapkan. Lebih konkretnya, kata dia, dari perencanaan sampai dengam pengawasan sesuai dengan tahapan di penganggaran, harus dalam satu kanal saru koridor, sesuai dengan visi misi yang ada di RPJMD.
Menurutnya, Sekda itu bukan mengerjakan semua pekerjaan tetapi memastikan semua jajaran menuju sasaran yang sama sesuai visi misi dan RPJMD.
Terkait tugas berat Sekda, Fauzan berbicara bukti selama ini yang dilaksanakan. Selama ini ia terbukti dengan harmonisasi dengan DPRD, ia bisa menyelesaikan APBD. Karena itu, kata dia, tidak ada masalah dengan itu. Hal ini sejalan dengan sosok kriteria Sekda harus memiliki kemampuan membangun harmonisasi antara eksekutif dan legislatif.
Ditanya soal komitmen menjaga Wabup dari potensi pelanggaran, ia memastikan memiliki komitmen kuat dalam hal itu. Seperti penekanan Wabup, pentingnya peran Sekda mengingatkan dan menjaga pimpinan tidak keliru mengambil keputusan atau melanggar regulasi. (her)



