Mataram (Suara NTB) – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB akan menyelenggarakan ASITA Travel Mart ke-7 pada 13-15 Oktober 2026. Puluhan hingga 100 buyer dari berbagai negara akan mengikuti kegiatan tahunan ini.
ASITA Travel Mart ke-7 diselenggarakan bersamaan dengan usainya MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.
Ketua ASITA NTB, Sellywati, SH, mengatakan, sejumlah buyer dari berbagai negara sudah menkonfirmasi hadir. Diantaranya dari China, Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang dan Amerika Serikat, Timor Leste.
Rangkaian kegiatan selama di NTB, kata Selly, pertemuan business to business (B2B) antara seller NTB dan buyer dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Dalam forum ini, pelaku usaha pariwisata NTB selaku seller telah menyiapkan paket-paket pariwisata untuk ditawarkan kepada buyer.
Diantaranya, wisata Lakey Dompu, Tambora, wisata Hiu Paus. Dan berbagai destinasi wisata di Pulau Sumbawa, dan Pulau Lombok.
“Jadi kita tidak hanya menjual Lombok secara umum, tetapi juga destinasi yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, ASITA NTB menargetkan transaksi langsung dalam Travel Mart tahun ini dapat mencapai minimal Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Nilai tersebut belum termasuk potensi kunjungan wisatawan yang dapat dihasilkan dari paket-paket wisata yang dibeli para buyer.
Sellywati optimistis target tersebut dapat dicapai karena jumlah buyer mancanegara tahun ini meningkat. Tahun sebelumnya, transaksi Travel Mart disebut berada di kisaran Rp15 miliar dan hanya diikuti buyer luar negeri, dari Malaysia.
Ia menilai meningkatnya minat buyer tidak terlepas dari daya tarik destinasi NTB, keramahan masyarakat serta semakin dikenalnya NTB sebagai tujuan wisata. Dampak MotoGP juga dinilai ikut memperkuat perhatian wisatawan dan pelaku industri pariwisata terhadap NTB.
ASITA NTB berharap kegiatan ini tidak berhenti pada transaksi selama acara. Para buyer diharapkan kembali membawa wisatawan ke NTB melalui paket perjalanan yang mereka jual di negara atau daerah masing-masing.
“Potensinya besar. Yang kita harapkan bukan hanya transaksi saat Travel Mart, tetapi tamu-tamu itu datang ke NTB melalui paket yang mereka beli,” ujarnya.
Ia menambahkan, ASITA NTB juga mendukung upaya menjadikan pariwisata NTB semakin dikenal di pasar internasional. Travel Mart menjadi salah satu cara mempertemukan langsung pelaku industri NTB dengan pasar wisatawan mancanegara. (bul)



