Selong (Suara NTB) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur (Lotim) menghentikan sementara pemasangan sambungan rumah (SR) baru bagi warga di wilayah selatan Lotim. Kebijakan ini diambil menyusul penurunan drastis debit air baku yang diolah melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan di Kotaraja.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur PDAM Lotim, Sopyan Hakim mengatakan, kondisi pasokan air saat ini belum memungkinkan untuk dilakukan penambahan sambungan pelanggan baru. Bahkan, pelayanan terhadap pelanggan lama masih harus dilakukan dengan sistem distribusi air secara bergiliran.
Menurut Sopyan, debit air yang semula mencapai 100 liter per detik kini hanya tersisa sekitar 30 liter per detik. Artinya, terjadi penurunan pasokan hingga 70 persen dari kapasitas sebelumnya.
“Untuk sementara ini kita hentikan dulu pemasangan sambungan baru di kawasan tertentu karena kondisi air belum memungkinkan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sambungan rumah yang direncanakan untuk masyarakat wilayah selatan tersebut merupakan bagian dari proyek SPAM Pantai Selatan. Namun, keterbatasan pasokan air membuat PDAM belum berani melanjutkan pemasangan jaringan baru, terutama di sejumlah desa yang belum terjangkau layanan.
Kondisi tersebut dinilai cukup memprihatinkan karena dengan debit air yang tersisa saat ini, PDAM kesulitan memenuhi kebutuhan pelanggan yang sudah ada, apalagi untuk melayani ribuan warga melalui sambungan baru.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM Lotim kini berupaya mencari alternatif sumber air baku guna meningkatkan pasokan ke instalasi pengolahan SPAM Kotaraja.
PDAM Lotim Pertimbangkan Potensi Sumber Air Lain
Sopyan menyebutkan, pihaknya tengah melakukan negosiasi untuk memanfaatkan salah satu sumber mata air yang dinilai masih memiliki debit relatif baik, di tengah kondisi El Nino yang turut memengaruhi ketersediaan air.
Selain sumber air di wilayah Sikur, PDAM juga mempertimbangkan potensi sumber air di Joben. Kedua sumber tersebut direncanakan dapat mendukung penambahan pasokan air yang selanjutnya dialirkan ke reservoir Kotaraja.
Sumber air dari Joben diperkirakan memiliki potensi debit sekitar 150 liter per detik. Jika rencana tersebut dapat direalisasikan, tambahan pasokan diharapkan mampu memperkuat ketersediaan air untuk pelayanan masyarakat di wilayah selatan Lotim.
Meski demikian, rencana pemanfaatan sumber air alternatif tersebut masih membutuhkan kajian dan perhitungan lebih lanjut. Terutama terkait kebutuhan anggaran pembangunan serta infrastruktur penyaluran air menuju reservoir Kotaraja.
PDAM Lotim belum dapat memastikan waktu pemasangan sambungan rumah baru akan kembali dilaksanakan. Pelaksanaannya masih bergantung pada kemampuan perusahaan meningkatkan debit air baku yang masuk ke instalasi pengolahan SPAM Kotaraja.
Penambahan jaringan tanpa diikuti ketersediaan air yang memadai dikhawatirkan justru memperburuk pelayanan kepada pelanggan yang selama ini sudah bergantung pada distribusi bergiliran.
Karena itu, PDAM memprioritaskan upaya penambahan sumber air sebelum melanjutkan perluasan layanan ke desa-desa yang belum terpasang jaringan.
Masyarakat di wilayah selatan Lotim pun masih harus menunggu kepastian peningkatan pasokan air. Hal ini agar rencana pemasangan sambungan rumah baru dapat dilanjutkan dan kebutuhan air bersih warga terpenuhi secara lebih optimal. (rus)



