BerandaNTBLOMBOK TIMURKemarau Panjang, Lotim Dipastikan Aman dari Ancaman Kerawanan Pangan

Kemarau Panjang, Lotim Dipastikan Aman dari Ancaman Kerawanan Pangan

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) memastikan kondisi ketahanan pangan daerah masih aman di tengah ancaman kemarau panjang dan fenomena El NiƱo. Ketersediaan stok pangan untuk Lotim, termasuk wilayah selatan, diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lotim, M. Taufik, menyampaikan, koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, serta instansi terkait telah dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi dampak perubahan kondisi cuaca.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga, terutama apabila musim hujan datang lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya.

ā€œStok pangan untuk wilayah Lotim, termasuk wilayah selatan, masih aman untuk empat bulan ke depan. Saat ini tidak ada masalah maupun kondisi kerawanan pangan,ā€ ujar Taufik.

Ancaman kemarau panjang dan fenomena El NiƱo menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi sektor pertanian serta ketersediaan bahan pangan.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar pasokan pangan tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Pemerintah daerah juga memantau perkembangan kondisi pangan sebagai langkah pencegahan apabila terjadi gangguan pasokan maupun perubahan harga di pasaran.

Pemkab Lotim Siapkan Langkah Penanganan

Selain menjaga ketersediaan stok, pemerintah daerah menyiapkan langkah penanganan apabila terjadi indikasi kenaikan harga bahan pangan, terutama beras.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan melibatkan Bulog. Program ini menjadi instrumen intervensi untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sekaligus mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi masyarakat yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.

Upaya menjaga ketahanan pangan juga didukung program Bantuan Pangan (Bapang) bagi masyarakat sasaran di desa-desa. Berdasarkan data yang disampaikan, program tersebut masih menyisakan alokasi bantuan untuk tiga bulan ke depan.

Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 10 kilogram per penerima, tanpa disertai minyak goreng.

Program tersebut dinilai membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama di tengah ketidakpastian kondisi cuaca dan potensi tekanan ekonomi akibat perubahan harga pangan.

Keberlanjutan bantuan diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu memastikan kebutuhan beras rumah tangga tetap terpenuhi.

Meski stok pangan dipastikan mencukupi untuk empat bulan ke depan, antisipasi terhadap dampak kemarau panjang tetap menjadi perhatian. Keterlambatan musim hujan dan fenomena El NiƱo berpotensi memengaruhi produksi pertanian apabila berlangsung dalam periode yang panjang.

Karena itu, koordinasi dengan Bapanas, Bulog, dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi serta ketersediaan pangan. Dengan dukungan stok yang tersedia, intervensi harga melalui Gerakan Pangan Murah, dan penyaluran bantuan beras kepada masyarakat sasaran, Pemerintah Kabupaten Lotim berupaya mempertahankan stabilitas pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah ancaman kemarau panjang. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO