BerandaNTBKOTA BIMARevitalisasi Sekolah, Wali Kota Ingatkan Kualitas Pekerjaan

Revitalisasi Sekolah, Wali Kota Ingatkan Kualitas Pekerjaan

Kota Bima (Suara NTB) – Revitalisasi sarana pendidikan di Kota Bima dituntut tidak sekadar menghasilkan bangunan yang selesai dikerjakan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa. Kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan perencanaan menjadi perhatian,agar fasilitas yang dibangun dapat menunjang kegiatan belajar mengajar.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, menegaskan kualitas pembangunan sejak fasilitas pendidikan harus diperhatikan mulai tahap pengerjaan hingga fasilitas dimanfaatkan oleh peserta didik. Pasalnya, sekolah tidak saja menjadi ruang belajar bagi generasi muda,melainkan untuk membangun masa depan atau cita-cita.

“Membangun sekolah bukan saja membangun gedung. Kita sedang membangun tempat di mana cita-cita anak-anak Kota Bima tumbuh dan masa depan mereka dipersiapkan. Karena itu, kualitas setiap pembangunan harus dijaga sejak proses pengerjaan hingga nantinya digunakan oleh para siswa,” kata Wali Kota saat meninjau revitalisasi beberap sekolah pekan ini.

Menurutnya, revitalisasi sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Karena itu, hasil pembangunan harus memenuhi standar agar bangunan aman dan nyaman digunakan serta dapat menunjang proses belajar mengajar.

Pengawasan lanjutnya, perlu dilakukan secara langsung untuk memastikan pekerjaan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis. Penyelesaian proyek tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan.

“Jangan sampai hanya mengejar selesai. Yang paling penting adalah kualitasnya. Setiap pekerjaan harus benar-benar diperhatikan agar hasil pembangunan dapat bertahan dan memberikan manfaat bagi anak-anak kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan sekolah harus sesuai dengan perencanaan dan standar yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya tepat sasaran dan mendukung kebutuhan pendidikan.

Selain kualitas bangunan, Rahman turut menyoroti penataan lingkungan sekolah. Kebersihan, penghijauan halaman dan kerapian lingkungan perlu diperhatikan untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi siswa maupun guru.

Sebanyak 17 sekolah di Kota Bima ditetapkan sebagai penerima program revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tahun 2026. Penerima program terdiri atas sembilan sekolah dasar (SD) dan delapan sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.

Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, Mukti Aditya menjelaskan bahwa sekolah penerima dipilih berdasarkan sejumlah persyaratan, termasuk tingkat kerusakan bangunan minimal kategori sedang berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik).

Program tersebut dilaksanakan dengan mekanisme swakelola. Dana ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah, sedangkan Dikpora berperan dalam pengusulan, monitoring, dan evaluasi. Pengawasan juga melibatkan fasilitator yang ditunjuk kementerian melalui kerja sama dengan Universitas Mataram. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO