Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa berencana menjadikan Festival Ojek Gabah di Desa Songkar, Kecamatan Moyo Hulu sebagai salah satu agenda rutin pemerintah. Festival tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan festival ini. Bahkan sekarang cukup berkembang dan mulai dikenal di kecamatan lain, sehingga kedepan pemerintah mencoba memasukkan festival itu dalam event tingkat kabupaten,” kata Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot pekan kemarin.
Jarot turut mengaitkan Festival Ojek Gabah ini dengan tradisi pertanian Sumbawa. Dari menggunakan karapan kerbau untuk membawa hasil pertanian hingga penggunaan ojek gabah untuk mengangkut hasil panen.
Ia mengingat bahwa beberapa tahun lalu kerbau menjadi tulang punggung pertanian, tetapi sekarang sudah digantikan dengan mesin traktor,termasuk sarana pengangkutan juga mulai beralih dari menggunakan tenaga manusia ke mesin.
“Ojek gabah menjadi solusi yang lebih cepat, mudah, dan efisien bagi petani. Festival ini sekaligus menguji ketangkasan pengemudi dalam bermanuver di medan berlumpur sambil membawa beban gabah,” ucapnya.
Ia berharap festival tersebut terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah. Orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini menyampaikan rencana untuk menggelar event tingkat kabupaten apabila kegiatan serupa telah berkembang di kecamatan lain seperti Plampang, Labangka, dan Maronge.
Menurut dia, semakin banyaknya peserta yang ikut dalam festival tersebut, maka penyelenggaraan yang lebih besar tetap akan dilaksanakan. Bupati berseloroh bahwa di Lombok ada MotoGP, maka di Sumbawa ada ojek gabah dengan harapan bisa menjadi destinasi wisata baru.
“Insya Allah, tahun depan kita buat lebih besar lagi dan menjadi event tingkat kabupaten bukan lagi kecamatan,sehingga festival tersebut bisa menjadi salah satu sektor wisata,” katanya.



