PELAKSANAAN PON XXII NTB-NTT-DKI Jakarta 2028 tinggal menghitung tahun. Sementara, kesiapan sejumlah aspek masih belum benar-benar optimal. Salah satunya, Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) NTB yang belum terbentuk.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberi atensi terhadap keberadaan lembaga panitia PON tersebut.
“Mungkin nanti akan segera diundang oleh KONI Pusat untuk segera membentuk pengurus besar PON. Karena ini supaya bisa segera bekerja, menyiapkan hal-hal yang memang diperlukan dalam pelaksanaan PON,” ujar Waketum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, Selasa (13/10).
Soedarmo, menegaskan, keberadaan PB PON NTB sangat strategis dan perlu segera dibentuk. Mengingat, NTB akan menjadi tuan rumah pesta olahraga tanah air itu. “Penting ini, pembentukan PB PON ini, pengurus besar PON, baik itu NTB maupun NTT,” tegasnya.
Nantinya, KONI Pusat akan segera memberikan Surat Keputusan (SK) agar PB PON “SK itu penting, ya. SK inilah yang digunakan untuk bekerjanya para para pengurus yang terlibat di dalam PB,” tukasnya.
Selain PB PON, kesiapan beberapa aspek lain seperti venue juga masih belum optimal. Sebelumnya, Komisi V DPR RI meralat rencana renovasi GOR Turida yang merupakan salah satu venue utama NTB.
Soedarmo memastikan, pihaknya memberi atensi terhadap kualitas venue di NTB. “KONI pusat selalu mendorong kepada nanti PB PON untuk bisa menyelesaikan revitalisasi, rehab, upgrade bagi venue-venue yang memang diperuntukkan untuk cabang-cabang olahraga,” tegasnya.
Soedarmo menyampaikan, cabor yang nantinya tidak dapat terlaksana lantaran keterbatasan venue di NTB-NTT, akan berlangsung di DKI Jakarta.
“Makanya ini ada pendukung dari DKI, kenapa? Karena memang tidak wajib NTB-NTT membangun venue-venue baru yang menggunakan anggaran APBN. Tapi kalau menggunakan anggaran daerah, enggak ada masalah,” terangnya.
Kendati demikian, Soedarmo mengaku optimis dengan gelaran PON XXII NTB-NTT-DKI Jakarta. “Alhamdulillah kita optimislah. Selalu optimis,” pungkasnya. (sib)



