BerandaNTBLOMBOK UTARAAlokasi 490 Hektare, Kementan Dukung Peremajaan Kakao KLU

Alokasi 490 Hektare, Kementan Dukung Peremajaan Kakao KLU

Tanjung (Suara NTB) – Kementerian Pertanian (Kementan) RI memberi dukungan terhadap pengembangan budi daya kakao di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Setelah sebelumnya Kementan mengucurkan bantuan untuk perluasan budi daya seluas 225 hektare, kini dukungan diberikan untuk peremajaan kakao seluas 490 hektare yang tersebar di lima kecamatan di KLU.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan KLU, Tresnahadi, S.Pt., Senin (12/10/2026) mengungkapkan, bantuan pemerintah pusat melalui Kementan kembali dikucurkan untuk tahun 2026 ini. Potensi komoditas perkebunan khususnya kakao, didukung dengan memberikan bantuan peremajaan tanaman.

Ia menjelaskan peremajaan kakao bertujuan meningkatkan produktivitas petani kakao di masa depan. Pemerintah pusat melihat, kakao KLU memiliki kualitas yang baik dan diharapkan, produktivitas di tingkat petani tidak menurun akibat faktor penuaan tanaman.

Peremajaan tanaman kakao pada lahan seluas 490 hektare tersebut, akan menyasar kelompok-kelompok tani kebun di sejumlah desa. Misalnya, petani di Desa Genggelang, Desa Rempek Darussalam di Kecamatan Gangga. Kemudian, petani di Desa Pansor, Kecamatan Kayangan.

Di Kecamatan Tanjung, sebaran petani kakao tersebar di sejumlah desa antara lain, Desa Teniga, Desa Medana, Desa Tegal Maja, Desa Samaguna, dan Desa Sigar Penjalin.

Sedangkan di Kecamatan Bayan, petani kakao sasaran tersebar di Desa Loloan, Desa Andalan, Desa Sambik Elen, Desa Gunjan Asri, dan Desa Mumbulsari.

Patut Disyukuri

Menurut Tresnahadi, perhatian pemerintah pusat kepada petani kakao KLU patut disyukuri mengingat keterbatasan kemampuan anggaran daerah untuk mendukung budi daya petani.

“Bentuk bantuannya nanti adalah berupa bibit kakao dan ongkos tanamnya atau HOK-nya (Hari Orang Kerja, red),” imbuhnya.

Tresnahadi mengakui, kondisi eksisting komoditas kakao di KLU saat ini, memang sudah banyak yang tua. Hal tersebut mempengaruhi penurunan produksi. Di sejumlah petani, upaya peremajaan sudah dicoba dilakukan. Namun mahalnya ongkos membuat petani tidak sanggup meremajakan tanaman secara menyeluruh.

“Memang, tanaman kakao banyak yang tua, sehingga kurang produktif. Alasan inilah, kami mengusulkan kepada Dirjen Perkebunan, Kementan untuk mendapatkan bantuan peremajaan kakao,” ujarnya.

Pihaknya berharap, peremajaan kakao memberi dampak positif bagi keberlangsungan dan kesejahteraan petani kakao. Di samping itu, untuk memastikan program ini dapat berjalan maksimal, Dinas melalui UPTD maupun Penyuluh, nantinya akan mengawal proses pelaksanaan peremajaan di petani.

“Kita juga sudah usulkan kemarin untuk intensifikasi kakao. Program ini mengarah pada peningkatan hasil produksi dari kakao yang sudah ada. Dan, alhamdulillah usulan kita direspons dengan bantuan berupa sarana dan prasarana intensifikasi kakao untuk lahan seluas 346,56 hektare,” tambahnya.

Adapun petani sasaran bantuan intensifikasi kakao, hanya terbatas di Poktan di tiga desa. Desa Sesait Kecamatan Kayangan dengan luas lahan 105,618 hektare. Desa Genggelang Kecamatan Gangga dengan luasan 37,96 hektare. Serta dua kelompok dari Tegal Maja Kecamatan Tanjung dengan luasan masing-masing 136,624 hektare dan 66,361 hektare. Total bantuan sarana prasarana intensifikasi kakao mencapai 346,56 hektare. (ari)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO