Taliwang (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sumbawa Barat, segera menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Pelaksanaan menunggu penunjukan penyedia melalui mekanisme pengadaan secara elektronik atau e-purchasing.
Kepala DKP KSB, Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, mengatakan gerakan pangan murah sebenarnya dijadwalkan mulai berlangsung pekan ini. Akan tetapi, kegiatan tersebut harus ditunda karena proses pengadaan bahan pangan masih berjalan.
“Rencananya mulai pekan ini, tetapi ada mekanisme penunjukan pihak ketiga sehingga sementara tertunda. Sekarang masih dalam proses penawaran dan mudah-mudahan segera ditentukan pelaksananya,” kata Nurul, Selasa (13/10).
Ia menjelaskan, pengadaan bahan pangan untuk kegiatan GPM harus melalui mekanisme e-purchasing. Calon pelaksana mengajukan penawaran, kemudian pihak yang akan melaksanakan pengadaan ditentukan oleh Unit Pengadaan Barang/Jasa (UPBJ).
Sejumlah komoditas yang akan dijual dalam GPM meliputi gula, minyak goreng, telur, dan cabai. Sementara untuk beras, DKP KSB akan bekerja sama dengan Perum Bulog karena anggaran pemerintah yang digunakan dalam kegiatan tersebut tidak mencakup pembelian komoditas beras.
Menurut Nurul, pelaksanaan GPM menjadi salah satu upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran. Saat ini, beberapa komoditas dijual dengan harga melampaui harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan penjualan (HAP).
Ia mencontohkan, harga gula di pasar berkisar Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram, sedangkan HET ditetapkan sebesar Rp17.500 per kilogram. Sementara itu, harga cabai memiliki harga acuan Rp57.000 per kilogram kini berkisar Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
“Beberapa harga bahan pokok sudah melampaui ketentuan. Makanya untuk membantu meringankan beban masyarakat kita gelar lagi GPM ini,” kata mantan Camat Sekongkang ini.
Pihaknya berharap proses penetapan pelaksana pengadaan segera rampung,agar GPM dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Masyarakat diharapkan memperoleh alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar.(bug)



