Giri Menang (Suara NTB) – Satpol PP Kabupaten Lombok Barat (Lobar) telah menyiapkan langkah-langkah strategis guna mengawal kondusivitas wilayah pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak nanti. Berbagai persiapan pengamanan terpadu mulai dari tingkat desa hingga TPS kini telah dimatangkan bersama unsur TNI dan Polri.
Kepala Satpol PP Lobar, I Ketut Rauh, Selasa (13/10/2026) menjelaskan, pihaknya telah menyiagakan satu orang anggota Pol PP di setiap desa yang menggelar Pilkades serentak. Penugasan ini dirancang secara berjenjang mulai dari H-1, hari pemungutan suara, hingga H+1 guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di tingkat akar rumput.
“Pol PP sudah menyiapkan anggota Pol PP untuk pengamanan di tingkat desa itu satu orang satu anggota Pol PP dari H-1, H-1, hari H sampai dengan H+1,” ujarnya.
Selain menempatkan personel di tiap desa, Satpol PP Lobar juga memperkuat pengamanan melalui pembagian rayon wilayah.
“Pol PP juga menyiapkan anggota 10 orang di tiga wilayah: wilayah utara, wilayah tengah, sama wilayah selatan. Lengkap dengan akomodasi sarana prasarana berupa mobil,” tambahnya
Patroli Rutin Sasar Desa Penyelenggara Pilkades Serentak di Lobar
Langkah pengamanan ini diperkuat dengan kegiatan patroli rutin yang menyasar desa-desa penyelenggara Pilkades serentak di Lobar. Melalui patroli tersebut, petugas tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga melakukan pembinaan kepada masyarakat demi merawat stabilitas dan ketertiban umum.
Pada sektor tempat pemungutan suara (TPS), pengamanan juga melibatkan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Dari total 706 TPS yang ada, masing-masing TPS akan dijaga oleh dua orang anggota Linmas. Total terdapat sekitar 1.412 personel khusus Linmas yang diterjunkan. Angka ini di luar pengerahan kekuatan inti Pol PP yang berfokus langsung hingga tingkat desa
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP terus mengintensifkan koordinasi lintas sektoral dengan jajaran TNI dan Polri. Seluruh titik rawan serta potensi kerawanan di berbagai wilayah juga telah dipetakan secara matang. Ini untuk memastikan penanganan darurat dapat bergerak cepat ke lapangan apabila terjadi insiden yang tidak diinginkan. (her)



