BerandaPENDIDIKANDikpora Seleksi Pemuda Pelopor

Dikpora Seleksi Pemuda Pelopor

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, terus menyisir potensi anak muda inspiratif di pelosok desa. Metode seleksinya melalui Pemuda Pelopor NTB. Proses penjaringan generasi muda ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, Tarmidzi mengatakan, penilaian lapangan di Pulau Sumbawa telah rampung. Tim juri telah menyelesaikan kunjungan ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima.

Sementara di Pulau Lombok, penilaian lapangan telah menjangkau Kabupaten Lombok Barat. Proses seleksi sempat dihentikan sementara pada 9–11 Oktober,karena bertepatan dengan gelaran MotoGP. “Penilaian dijadwalkan berlanjut pekan berikutnya dengan menyasar Kabupaten Lombok Timur selama dua hari, termasuk wilayah Sembalun, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Lombok Utara,” jelas Tarmidzi, Kamis (15/10).

Seleksi Pemuda Pelopor NTB kini memasuki tahap krusial. Dari sekitar 42 peserta yang mendaftar, hampir 30 pemuda telah menjalani penilaian oleh tim juri. Penjaringan difokuskan di wilayah kabupaten dengan menyasar potensi kepeloporan anak muda di pedesaan. Kota Mataram dan Kota Bima tidak diikutsertakan karena program tahun ini berfokus pada kawasan perdesaan.

Dalam seleksi Pemuda Pelopor NTB 2026 jelasnya, peserta mengusung berbagai gerakan kepeloporan di tengah masyarakat. Diantaranya, bidang lingkungan, ekonomi digital serta seni dan budaya menjadi sektor yang paling dominan.

Di bidang lingkungan, gerakan kepeloporan dapat diwujudkan melalui pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Sementara, di sektor ekonomi digital, anak muda didorong mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi.

Adapun bidang seni dan budaya menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menjaga kekayaan budaya daerah.

Pihaknya menetapkan sejumlah kriteria bagi calon Pemuda Pelopor NTB. Peserta harus berusia 16-30 tahun, minimal lulusan SMA serta telah menjalankan gerakan kepeloporan secara konsisten satu tahun berturut-turut.

Namun, persyaratan administratif bukan satu-satunya penentu. Tim juri juga menaruh perhatian besar pada keberlanjutan gerakan dan kemampuan peserta menyiapkan generasi penerus.

Tarmidzi menegaskan, gerakan pemuda pelopor tidak boleh hanya bergantung pada satu figur. Program yang dirintis harus mampu berjalan secara mandiri meskipun penggagas utamanya tidak lagi terlibat langsung.

“Poin paling krusial dalam penilaian adalah keberlanjutan dan kemampuan regenerasi. Gerakan pemuda pelopor tidak boleh bersifat one man show. Peserta wajib menyiapkan generasi penerus agar kegiatan masyarakat tetap berjalan meski figur utamanya tidak berada di tempat,” katanya.

Aspek keberlanjutan tersebut menjadi penting,agar Pemuda Pelopor NTB tidak sekadar melahirkan figur inspiratif. Tetapi juga membangun gerakan sosial yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Dikpora juga menyiapkan berbagai program untuk memperkuat kapasitas generasi muda. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Densus 88 dalam penguatan kapasitas kepemudaan, pencegahan radikalisme, hingga pembentukan personal branding.

Program inkubasi dan pelatihan vokasi turut disiapkan untuk meningkatkan keterampilan anak muda. “Pelatihan tata boga di Bima telah berjalan. Sedangkan pelatihan perbengkelan otomotif dijadwalkan berlangsung pada Oktober-November,” jelasnya.

Ia berharap pengembangan kepemudaan di NTB, tidak berhenti pada proses seleksi. Anak muda juga perlu memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring dan memperluas dampak gerakan yang telah dirintis.

Setelah seluruh tahapan seleksi rampung, pemenang diumumkan pada puncak apresiasi dijadwalkan berlangsung dalam ajang penganugerahan pemuda berprestasi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) NTB pada 17 Desember 2026.

Ia memastikan potensi anak muda di pelosok desa mendapatkan ruang untuk berkembang. Program ini diharapkan menumbuhkan kepemimpinan, kemandirian, dan regenerasi gerakan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO