BerandaNTBLOMBOK TIMURPembinaan Bahasa dan Sastra Menjangkau Guru dan Murid Madrasah

Pembinaan Bahasa dan Sastra Menjangkau Guru dan Murid Madrasah

Selong (Suara NTB) – Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra milik bersama. Balai Bahasa Provinsi NTB terus memperluas jangkauan kolaborasi dengan menggandeng MTs. dan MA Mu’allimat NW Anjani, Lombok Timur. Sasaran program meliputi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI), literasi, dan Kamus Masuk Sekolah.

Keempat program tersebut merupakan bagian dari inovasi layanan jemput bola (Jempol) kebahasaan dan kesastraan. Pelaksanaan kegiatan layanan dirangkai dengan penandatanganan Pelaksanaan Kerja Sama di antara kedua lembaga untuk mengukuhkan program pembinaan bahasa dan sastra jangka menengah.

Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 dengan melibatkan partisipasi aktif madrasah menunjukkan komitmen Balai Bahasa Provinsi NTB dalam menjalankan tugas dan fungsi pengembangan, pembinaan, pelindungan, serta penginternasionalisasian bahasa Indonesia di lingkungan satuan pendidikan.

Pada kegiatan Layanan Jempol di MTs. dan MA Mu’allimat NW Anjani Lombok Timur ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa, berkesempatan menjelaskan berbagai program Balai Bahasa Provinsi NTB. Ia menyampaikan bahwa Balai Bahasa Provinsi NTB siap memberikan pendampingan dalam berbagai bidang bahasa dan sastra.

Menurutnya, kolaborasi merupakan penguatan langkah strategis untuk mengimplementasikan program bahasa dan sastra ke berbagai pemangku kepentingan, khususnya satuan pendidikan. Ia mengutarakan apresiasi kepada pihak madrasah yang telah mempercayakan Balai Bahasa Provinsi NTB dalam membangun kolaborasi program bahasa dan sastra dan turut merayakan rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra melalui kegiatan pembinaan.

“Hari ini, kedua pihak secara resmi menandatangani pelaksanaan kerja sama. Saya berharap bahwa pelaksanaan program bahasa dan sastra terus berlanjut dan memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan di madrasah,” tuturnya saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi di Aula MTs. Mu’allimat NW Anjani Lombok Timur.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala MA Mu’allimat NW Anjani Lombok Timur, Zuhri. Menurutnya, kerja sama ini merupakan pintu awal kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua pihak, khususnya MTs. dan MA Mu’allimat NW Anjani Lombok Timur. Program bahasa dan sastra, terutama literasi, merupakan program yang sangat dibutuhkan, baik oleh guru maupun murid. Untuk itu, kolaborasi resmi ini menjadikan madrasah sebagai rumah bahasa dan sastra. Ia berharap kerja sama ini menjadi kebaikan yang terus-menerus bagi madrasah.

Sekitar 500 santriwati yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan pengenalan Kamus Masuk Sekolah dan sosialisasi UKBI. Adapun peserta dengan sasaran 42 guru mendapatkan materi PKBI, UKBI, dan literasi madrasah.

Materi UKBI disampaikan oleh Hartanto (Penelaah Teknis Kebijakan) yang menjelaskan pengenalan program dan materi soal. Program Kamus Masuk Sekolah disampaikan oleh M. Syamsur Rijal (Penelaah Teknis Kebijakan) yang mengenalkan kamus, baik kamus cetak maupun kamus digital bahasa Indonesia-daerah besutan Balai Bahasa Provinsi NTB. Materi literasi madrasah disampaikan oleh Nurcholis Muslim (Widyabasa Ahli Muda) yang menekankan capaian indeks literasi sekolah, materi peningkatan membaca untuk murid, dan pembelajaran literasi bagi guru dan murid.

Berikutnya, materi PKBI dipaparkan oleh Toni Samsul Hidayat (Penerjemah Ahli Madya). Ia menjelaskan konsep tata naskah dinas melalui bedah surat MTs. Mu’allimat NW Anjani, Lombok Timur. Bedah surat dilakukan untuk belajar dari kesalahan yang terdapat dalam surat. Adapun kesalahan yang terdapat dalam surat, yaitu kesalahan penggunaan tanda hubung, penggunaan huruf kapital, penggunaan tanda titik, koma, dan tanda titik koma, pencantuman lampiran jika dibutuhkan dalam surat, tidak perlu pencantuman kata kepada jika sudah ada Yth., penggunaan bahasa atau istilah asing yang dicetak miring, dan penggunaan diksi dalam bahasa surat.

Tidak hanya itu, pada sesi diskusi tanya jawab, salah seorang peserta, Sholihah, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Balai Bahasa Provinsi NTB. Menurutnya, yayasan yang menaungi madrasah termasuk organisasi yang cukup besar dan perlu mendapat pendampingan kebahasaan, terutama dalam persuratan. Hal ini menjadi bukti sekaligus motivasi Balai Bahasa Provinsi NTB untuk terus memperluas jangkauan program yang menyentuh satuan pendidikan.

Materi lainnya, yaitu Praktik Baik Layanan Jemput Bola, disampaikan oleh Nurhidayati, guru bahasa Inggris SMPN 1 Labuapi sekaligus Ketua Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB. Ia menuturkan bahwa Balai Bahasa Provinsi NTB menjadi mitra strategis SMPN 1 Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, dalam mendukung program bahasa dan sastra. Berdasarkan data pelaksanaan kegiatan, kolaborasi IGI Wilayah NTB dan Balai Bahasa Provinsi NTB telah melaksanakan program UKBI dengan menyasar 400 guru pada tahap pertama dan 112 guru pada tahap kedua.

“Kami menjalin kerja sama yang sangat baik dan SMPN 1 Labuapi menjadi sekolah program percontohan inovasi layanan jemput bola bahasa dan sastra. Ternyata banyak sekali program layanan jemput bola yang telah kami laksanakan bersama, yaitu Kamus Masuk Sekolah, PKBI, UKBI, dan literasi,” terangnya.

Program Kamus Masuk Sekolah memantik semangat murid dalam belajar mengenal kamus. Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi kepada murid dalam memanfaatkan kamus sebagai media pembelajaran. Pendampingan UKBI dilakukan untuk guru dan murid. Pendampingan ini sangat baik untuk membuka wawasan dan pengenalan tentang bahasa Indonesia secara lebih mendalam.

Berikutnya, ada program pendampingan TKA dan literasi yang menumbuhkan semangat pembelajaran literasi sekolah. Rencananya, pembelajaran ini akan dimasukkan ke dalam ekstrakurikuler SMPN 1 Labuapi. Program ini sangat bagus untuk mendukung kualitas pendidikan sekolah. Terakhir, program Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia atau PKBI yang membantu para guru untuk lebih mendalami penyusunan tata naskah dinas di sekolah.

Berbagai kegiatan ini menjadi pembuka program pembinaan bahasa dan sastra. Harapannya, kegiatan ini dapat konsisten dilaksanakan dan tiap guru memberikan pengimbasan kepada guru lainnya. Peningkatan kompetensi guru dalam hal bahasa dan sastra merupakan tugas dan fungsi Balai Bahasa Provinsi NTB. Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 ini menjadi pemacu semangat untuk terus berkontribusi membangun negeri. (ron)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO