BerandaHEADLINEPemprov dan Aman Air Matangkan Pengembangan Seaplane

Pemprov dan Aman Air Matangkan Pengembangan Seaplane

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB bersama manajemen Aman Air mematangkan rencana pengembangan moda transportasi pesawat amfibi (seaplane), pembangunan infrastruktur marina, serta pengembangan destinasi pariwisata kapal pelesir mewah (superyacht) di kawasan pesisir NTB.

Uji coba penerbangan (test flight) seaplane ditargetkan berlangsung pada Desember mendatang, bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB.

Moda ini dirancang untuk membuka rute konektivitas dari Bali (Pelindo Benoa) menuju destinasi strategis NTB seperti Mandalika hingga Teluk Saleh.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan dan jaminan kepastian investasi melalui pembentukan BUMD non-finansial, NTB Capital, guna membantu investor menyelesaikan kendala perizinan lintas kementerian serta dinamika sosial di lapangan.

“Tujuan dibentuknya holding BUMD baru ini adalah sebagai jaminan kepada investor. Jika ada investor yang ingin berinvestasi di NTB, kami akan bantu mengurus semua perizinan dan kendala sosial. Investor cukup fokus pada pengembangan bisnisnya, sisanya pemerintah daerah yang menangani,” kata Gubernur saat menerima jajaran manajemen Aman Air di ruang kerjanya, Kamis (15/10) petang.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal secara inklusif melalui pendekatan social engineering dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) sejak dini.

“Pengembangan pariwisata berkategori quality tourism ini harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Pemerintah daerah siap menyiapkan pelatihan dan sekolah vokasi (SMK) bagi pemuda lokal agar mereka menjadi bagian dari ekosistem industri ini dan tidak hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Aman Air, Michael Allan Nicholas, mengungkapkan bahwa kesiapan operasional seaplane di NTB saat ini terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk penyediaan fasilitas pendukung di bandara.

“Saat ini progres operasional di NTB terus berjalan. Kami sudah menyiapkan ruang perawatan pesawat (maintenance) dan area layanan tiket (ticketing room) di bandara untuk mendukung operasional penerbangan,” ujar Michael.

Michael menjelaskan bahwa penerbangan seaplane dan pembangunan marina akan membentuk satu ekosistem pariwisata bahari terpadu yang dapat menghubungkan Bali, Lombok, hingga pulau-pulau kecil potensial di NTB.

“Kami ingin membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan hingga puluhan tahun ke depan. Seaplane dan marina adalah satu kesatuan fasilitas yang membuka akses menuju lokasi-lokasi eksotis baru, sekaligus menarik investasi akomodasi dan resor di sekitarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Aman Air membawa rekam jejak dan pengalaman penerbangan pesawat amfibi jangka panjang dari Kanada untuk diterapkan dalam operasional di Indonesia.

“Tim kami memiliki pengalaman puluhan tahun dalam mengoperasikan seaplane di Kanada. Kami optimistis kehadiran seaplane di NTB tidak hanya menghadirkan pengalaman berwisata kelas dunia, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah pesisir secara aman dan efisien,” tutur Michael.

Pengembangan moda seaplane, marina, dan superyacht ini diharapkan dapat menjadikan NTB sebagai salah satu hub pariwisata bahari utama di Indonesia yang mampu menggaet wisatawan mancanegara segmen premium. (ham)

BINCANG – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan jajaran manajemen Aman Air saat berbincang santai di ruang kerja Gubernur NTB. (Suara NTB/ist)

Pemprov dan Aman Air Matangkan Pengembangan Seaplane

Mataram (Suara NTB) –
Pemprov NTB bersama manajemen Aman Air mematangkan rencana pengembangan moda transportasi pesawat amfibi (seaplane), pembangunan infrastruktur marina, serta pengembangan destinasi pariwisata kapal pelesir mewah (superyacht) di kawasan pesisir NTB.

Uji coba penerbangan (test flight) seaplane ditargetkan berlangsung pada Desember mendatang, bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB.

Moda ini dirancang untuk membuka rute konektivitas dari Bali (Pelindo Benoa) menuju destinasi strategis NTB seperti Mandalika hingga Teluk Saleh.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan dan jaminan kepastian investasi melalui pembentukan BUMD non-finansial, NTB Capital, guna membantu investor menyelesaikan kendala perizinan lintas kementerian serta dinamika sosial di lapangan.

“Tujuan dibentuknya holding BUMD baru ini adalah sebagai jaminan kepada investor. Jika ada investor yang ingin berinvestasi di NTB, kami akan bantu mengurus semua perizinan dan kendala sosial. Investor cukup fokus pada pengembangan bisnisnya, sisanya pemerintah daerah yang menangani,” kata Gubernur saat menerima jajaran manajemen Aman Air di ruang kerjanya, Kamis (15/10) petang.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal secara inklusif melalui pendekatan social engineering dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) sejak dini.

“Pengembangan pariwisata berkategori quality tourism ini harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Pemerintah daerah siap menyiapkan pelatihan dan sekolah vokasi (SMK) bagi pemuda lokal agar mereka menjadi bagian dari ekosistem industri ini dan tidak hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Aman Air, Michael Allan Nicholas, mengungkapkan bahwa kesiapan operasional seaplane di NTB saat ini terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk penyediaan fasilitas pendukung di bandara.

“Saat ini progres operasional di NTB terus berjalan. Kami sudah menyiapkan ruang perawatan pesawat (maintenance) dan area layanan tiket (ticketing room) di bandara untuk mendukung operasional penerbangan,” ujar Michael.

Michael menjelaskan bahwa penerbangan seaplane dan pembangunan marina akan membentuk satu ekosistem pariwisata bahari terpadu yang dapat menghubungkan Bali, Lombok, hingga pulau-pulau kecil potensial di NTB.

“Kami ingin membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan hingga puluhan tahun ke depan. Seaplane dan marina adalah satu kesatuan fasilitas yang membuka akses menuju lokasi-lokasi eksotis baru, sekaligus menarik investasi akomodasi dan resor di sekitarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Aman Air membawa rekam jejak dan pengalaman penerbangan pesawat amfibi jangka panjang dari Kanada untuk diterapkan dalam operasional di Indonesia.

“Tim kami memiliki pengalaman puluhan tahun dalam mengoperasikan seaplane di Kanada. Kami optimistis kehadiran seaplane di NTB tidak hanya menghadirkan pengalaman berwisata kelas dunia, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah pesisir secara aman dan efisien,” tutur Michael.

Pengembangan moda seaplane, marina, dan superyacht ini diharapkan dapat menjadikan NTB sebagai salah satu hub pariwisata bahari utama di Indonesia yang mampu menggaet wisatawan mancanegara segmen premium. (ham)

BINCANG – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan jajaran manajemen Aman Air saat berbincang santai di ruang kerja Gubernur NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –
Pemprov NTB bersama manajemen Aman Air mematangkan rencana pengembangan moda transportasi pesawat amfibi (seaplane), pembangunan infrastruktur marina, serta pengembangan destinasi pariwisata kapal pelesir mewah (superyacht) di kawasan pesisir NTB.

Uji coba penerbangan (test flight) seaplane ditargetkan berlangsung pada Desember mendatang, bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB.

Moda ini dirancang untuk membuka rute konektivitas dari Bali (Pelindo Benoa) menuju destinasi strategis NTB seperti Mandalika hingga Teluk Saleh.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan dan jaminan kepastian investasi melalui pembentukan BUMD non-finansial, NTB Capital, guna membantu investor menyelesaikan kendala perizinan lintas kementerian serta dinamika sosial di lapangan.

“Tujuan dibentuknya holding BUMD baru ini adalah sebagai jaminan kepada investor. Jika ada investor yang ingin berinvestasi di NTB, kami akan bantu mengurus semua perizinan dan kendala sosial. Investor cukup fokus pada pengembangan bisnisnya, sisanya pemerintah daerah yang menangani,” kata Gubernur saat menerima jajaran manajemen Aman Air di ruang kerjanya, Kamis (15/10) petang.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal secara inklusif melalui pendekatan social engineering dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) sejak dini.

“Pengembangan pariwisata berkategori quality tourism ini harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Pemerintah daerah siap menyiapkan pelatihan dan sekolah vokasi (SMK) bagi pemuda lokal agar mereka menjadi bagian dari ekosistem industri ini dan tidak hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Aman Air, Michael Allan Nicholas, mengungkapkan bahwa kesiapan operasional seaplane di NTB saat ini terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk penyediaan fasilitas pendukung di bandara.

“Saat ini progres operasional di NTB terus berjalan. Kami sudah menyiapkan ruang perawatan pesawat (maintenance) dan area layanan tiket (ticketing room) di bandara untuk mendukung operasional penerbangan,” ujar Michael.

Michael menjelaskan bahwa penerbangan seaplane dan pembangunan marina akan membentuk satu ekosistem pariwisata bahari terpadu yang dapat menghubungkan Bali, Lombok, hingga pulau-pulau kecil potensial di NTB.

“Kami ingin membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan hingga puluhan tahun ke depan. Seaplane dan marina adalah satu kesatuan fasilitas yang membuka akses menuju lokasi-lokasi eksotis baru, sekaligus menarik investasi akomodasi dan resor di sekitarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Aman Air membawa rekam jejak dan pengalaman penerbangan pesawat amfibi jangka panjang dari Kanada untuk diterapkan dalam operasional di Indonesia.

“Tim kami memiliki pengalaman puluhan tahun dalam mengoperasikan seaplane di Kanada. Kami optimistis kehadiran seaplane di NTB tidak hanya menghadirkan pengalaman berwisata kelas dunia, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah pesisir secara aman dan efisien,” tutur Michael.

Pengembangan moda seaplane, marina, dan superyacht ini diharapkan dapat menjadikan NTB sebagai salah satu hub pariwisata bahari utama di Indonesia yang mampu menggaet wisatawan mancanegara segmen premium. (ham)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO