Mataram (Suara NTB) — Universitas Mataram (Unram) terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai wujud kepedulian dan upaya memastikan transparansi penyaluran bantuan, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., mendampingi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., melaksanakan kegiatan visitasi lapangan dan silaturahmi langsung ke kediaman para mahasiswa baru penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) bertujuan untuk memverifikasi secara langsung kondisi sosial-ekonomi keluarga penerima manfaat. Langkah nyata ini sekaligus menegaskan prinsip keberlanjutan pendidikan inklusif di Unram, di mana keterbatasan finansial tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak bangsa yang berprestasi untuk meraih cita-cita di jenjang perguruan tinggi.
Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan terletak di kawasan Pelembak, Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Di pemukiman padat penduduk ini, Rektor Unram dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI disambut hangat oleh keluarga Annisa Aidina Zahrah, mahasiswi semester 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram.
Annisa merupakan salah satu mahasiswa penerima KIP Kuliah yang berhasil lolos melalui jalur seleksi Mandiri.
Di balik keberhasilannya masuk ke perguruan tinggi, Annisa dibesarkan dalam keluarga yang sederhana namun penuh semangat pantang menyerah. Ayahnya berjuang mencari nafkah sehari-hari sebagai seorang kusir cidomo, sementara sang ibu membantu perekonomian keluarga dengan membuka usaha kecil-kecilan di rumah.
Dalam suasana wicara yang akrab dan kekeluargaan, Rektor Unram menekankan agar kesempatan berkuliah ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya melalui keaktifan akademik maupun organisasi.
“Kuliah itu harus rajin dan berprestasi. Manfaatkan waktu belajar dengan maksimal, ikuti kegiatan positif seperti English Club, siapkan proyek-proyek yang bermanfaat, serta aktif mengejar berbagai peluang hibah kompetisi mahasiswa. Tetaplah bersyukur, terus upgrade diri, dan jadilah kebanggaan bagi orang tua serta daerah,” tutur Rektor memberikan dorongan semangat.
Mahasiswa Terharu
Diwawancarai seusai kegiatan, Annisa tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagianya.
“Bagi saya, mendapatkan beasiswa KIP-K merupakan kebahagiaan yang sangat besar. Saya sangat bersyukur karena bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan membantu orang tua meringankan beban biaya pendidikan. Beasiswa ini membuat saya semakin semangat berkuliah dan belajar dengan sungguh-sungguh. Pesan saya kepada teman-teman yang memiliki keterbatasan ekonomi, jangan pernah menyerah. Carilah informasi beasiswa dan jangan takut untuk mengejar mimpi,” ungkap Annisa penuh optimisme.
Rombongan selanjutnya bergerak menuju Kabupaten Lombok Tengah, tepatnya di Dusun Tampak Siring, Desa Lekong Pentelahan, Kecamatan Batukliang. Kedatangan jajaran pimpinan Unram dan Anggota DPR RI ini bertujuan menyapa Lispia Cytra Lestari, mahasiswi baru Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik Unram yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
Lispia tumbuh dalam keluarga petani yang tidak memiliki lahan sawah sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan hidup harian dan membiayai sekolah anak-anaknya, ayah Lispia juga bekerja sampingan menerima jasa perbaikan servis lampu dari rumah ke rumah. Berawal dari kebiasaannya memperhatikan dan membantu sang ayah memperbaiki listrik dari rumah ke rumah, benih ketertarikan Lispia terhadap dunia ketenagalistrikan pun tumbuh. Akhirnya ia mantap memilih Jurusan Teknik Elektro.
Mengingat program studi yang diambil memiliki tingkat kedalaman ilmu dan tantangan yang tinggi, Rektor Unram berpesan agar Lispia senantiasa fokus dan disiplin dalam menjalani perkuliahan.
Pentingnya Keterpaduan Dukungan Keluarga dan Pemerintah
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., menekankan pentingnya keterpaduan antara dukungan internal keluarga dan bantuan eksternal dari pemerintah. Ia meminta kepada orang tua Lispia untuk terus memberikan lingkungan serta suasana belajar yang aman dan kondusif di rumah.
“Hasil verifikasi langsung di lapangan ini menunjukkan bahwa data yang tercatat benar-benar sesuai dengan realita di lapangan. Program KIP Kuliah ini terbukti tepat sasaran dan hadir nyata sebagai solusi bagi anak-anak bangsa yang berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi,” tegas Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Lispia beserta kedua orang tuanya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas perhatian besar dari pihak kampus dan pemerintah.
“Saya sangat bersyukur atas beasiswa KIP Kuliah ini karena sangat meringankan beban orang tua saya. Harapan saya kepada Universitas Mataram adalah agar terus memperluas jangkauan bantuan ini bagi siswa-siswi kurang mampu lainnya. Sehingga makin banyak anak bangsa yang bisa berkuliah dengan tenang tanpa dibayangi kecemasan biaya,” ujar Lispia.
Kegiatan visitasi lapangan ini menjadi bukti konkret komitmen Unram dalam mengawal implementasi pendidikan inklusif yang berkeadilan. Melalui langkah nyata dan pendampingan yang berkelanjutan, Unram memastikan bahwa seluruh bantuan pendidikan tepat guna, transparan, dan mampu menjadi daya dorong utama dalam mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta berkarakter. (ron)



