Taliwang (Suara NTB) -Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, memimpin kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) implementasi lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui program KSB Sadar STBM di Desa Belo, Kecamatan Jereweh pekan kemarin. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan aksi gotong royong yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN), TNI, Agen Gotong Royong (AGR), masyarakat, dan sejumlah unsur lintas sektor.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah KSB memperkuat penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dalam pengelolaan sanitasi dan limbah rumah tangga. Pelibatan berbagai unsur diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan sanitasi yang baik secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Wabup menegaskan bahwa penerapan STBM harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan gotong royong semata. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, TNI, AGR, dan masyarakat diperlukan untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Gerakan STBM ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat. Semangat gotong royong harus menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga sanitasi dan kesehatan lingkungan,” tegas Wabup Hanipah.
Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam aksi gotong royong tersebut adalah penggalian dan pembuatan sarana resapan atau penampungan air limbah rumah tangga milik warga. Pekerjaan ini diarahkan untuk membantu masyarakat memperbaiki fasilitas sanitasi sekaligus mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat limbah domestik.
Masyarakat juga didorong untuk memahami pentingnya pengelolaan air limbah rumah tangga secara tepat. Perbaikan sarana fisik diharapkan berjalan seiring dengan perubahan perilaku, sehingga upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Program KSB Sadar STBM dilaksanakan melalui lima tahapan. Yakni, segmentasi risiko, aktivasi pengawas dan penggerak, dialog pemicuan, aksi lima pilar, serta reviu dan penguatan. Tahapan ini menjadi bagian dari pendekatan untuk mengidentifikasi persoalan sanitasi, menggerakkan partisipasi masyarakat, melaksanakan aksi, serta mengevaluasi keberlanjutan program.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Asisten Administrasi Umum Setda KSB, dr. H. Syaifuddin, Kepala Dinas Kesehatan KSB,dr. Carlof, Camat Jereweh H. Abdul Muthalib, Sekretaris Dinas Kesehatan Akhiruddin Juliadi, serta unsur perangkat daerah, Tim Ahli AGR, dan masyarakat setempat. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan berharap kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat pelaksanaan lima pilar STBM dan mendorong penerapan sanitasi sehat di tingkat rumah tangga.(bug)



