Giri Menang (Suara NTB) – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) merespons positif terhadap pembentukan dan penyediaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah Narmada dan Lingsar. Kehadiran UPT baru ini dinilai sangat krusial untuk memangkas waktu tanggap atau response time penanganan musibah kebakaran maupun penanganan darurat lainnya.
Anggota Komisi I DPRD Lobar, H. Kamarudin, mengungkapkan, penentuan lokasi kantor UPT Damkar tersebut telah melalui peninjauan langsung di lapangan bersama Dinas Pemadam Kebakaran, pihak kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat.
“Awalnya lokasi kantor itu sudah kita turun bersama Pak Kadis Damkar, Pak Camat, dan beberapa tokoh di sana untuk mencari lokasi kantornya. Dari beberapa alternatif, disetujui lokasi yang sekarang, yaitu di sebelah Gedung Budaya Kecamatan Narmada, pas di pinggir jalan menuju SMA 1 Narmada,” ujar H. Kamarudin, Senin (19/10/2026).
Ia menambahkan bahwa terealisasinya UPT ini merupakan bentuk sinergi dari usulan para anggota DPRD Dapil Narmada-Lingsar, pemerintah kecamatan, serta para kepala desa (kades) se-wilayah setempat. Pihaknya menyampaikan apresiasi atas respons cepat Bupati Lombok Barat dalam merealisasikan fasilitas tersebut.
Politisi Nasdem ini menegaskan, keberadaan UPT Damkar di Narmada bukan sekadar hal penting, melainkan sebuah kebutuhan dasar warga. Wilayah Narmada dan Lingsar memiliki cakupan yang cukup luas dan padat penduduk, dengan total 36 desa (21 desa di Narmada dan 15 desa di Lingsar).
Kamarudin menyoroti beberapa kejadian masa lalu seperti kebakaran toko di Pasar Narmada serta kebakaran di pemukiman warga di mana petugas Damkar Lombok Barat sebenarnya merespons dengan sangat cepat. Namun, penanganan sering kali terhambat oleh jarak tempuh yang jauh dari markas pusat.
“Pemadam Kebakaran Lombok Barat cepat tanggapnya, cepat merespons. Nah, persoalannya dulu adalah jauhnya jarak tempuh. Sehingga atas dasar itulah sangat dibutuhkan pemadam kebakaran ada di Kecamatan Narmada dan Lingsar agar response time-nya lebih cepat,” jelasnya.
Mantan Kades itu mengingatkan bahwa peran pemadam kebakaran saat ini sangat luas dan tidak terbatas pada penanganan musibah kebakaran semata. Tugas-tugas penyelamatan (rescue) dan penanganan krisis warga juga menjadi tanggung jawab penting UPT Damkar.
“Pemadam ini sebenarnya tidak saja berbicara kebakaran, tapi bisa saja penyelamatan (rescue), krisis air bersih, evakuasi cincin yang tersangkut, hingga penanganan binatang berbahaya seperti ular atau biawak yang masuk ke rumah warga. Jadi tindakan preventif dan antisipasi kemungkinan-kemungkinan krisis itu harus kita siapkan,” tegasnya.
Dengan hadirnya UPT Damkar di sebelah Gedung Budaya Narmada ini, DPRD Lobar berharap kualitas pelayanan publik dan rasa aman masyarakat di wilayah Narmada dan Lingsar dapat meningkat secara signifikan. (her)



