Praya (Suara NTB) – Deru mesin mulai terdengar sejak pagi. Suaranya menukik, memecah udara, lalu menggema di antara bukit-bukit dan pantai indah kawasan Mandalika. Di dalam sirkuit, di jalan-jalan menuju lintasan balap, denyut kehidupan begitu kencang.
Jumat, 9 Oktober 2026, menjadi awal dari tiga hari kesibukan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, NTB. Deru mesin motor kelas dunia, mulai dari Moto3, Moto2, hingga MotoGP, menggema di lintasan sepanjang 4,31 kilometer dengan 17 tikungan.
Para pembalap memburu catatan waktu terbaik. Di paddock, kru tim sibuk menyiapkan motor. Sementara itu, penonton berdatangan ke tribun. Sebagian membawa bendera, sedangkan yang lain mengenakan atribut pembalap favorit mereka.
Di lintasan, persaingan memanas. Di luar sirkuit, jalan dari Kota Mataram dan Lombok Barat menuju Mandalika lebih ramai daripada hari biasa. Kendaraan bergerak membawa penonton, wisatawan, kru, dan masyarakat yang ingin menjadi bagian dari perhelatan olahraga kelas dunia yang telah lima tahun terselenggara di Indonesia.
Warung makan melayani lebih banyak pembeli. Kendaraan mewah berseliweran. Pedagang suvenir MotoGP bermunculan, begitu pula pedagang asongan. Mereka ikut memanfaatkan momentum untuk meraup keuntungan.
MotoGP bukan sekadar persaingan untuk menjadi yang tercepat melintasi garis finis. Di sekeliling sirkuit, kehidupan ekonomi ikut bergerak. Namun, di balik gemuruh mesin dan perhatian puluhan juta pasang mata di seluruh dunia, ada satu kebutuhan yang tidak boleh terputus, yakni energi.
Kendaraan penonton membutuhkan bahan bakar untuk terus bergerak. Mobilitas kru, wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat selama perhelatan juga bergantung pada kelancaran pasokan energi. Bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu penopang penting ekosistem MotoGP Mandalika.
Di sinilah peran Pertamina Patra Niaga menjadi penting. Ketika perhatian publik tertuju pada para pembalap, perusahaan tersebut menyiapkan dukungan energi agar aktivitas di dalam maupun di luar kawasan sirkuit berjalan lancar.
Sebelum balapan dimulai, Pertamina Patra Niaga menyiapkan BBM berkualitas, yakni Pertamax Turbo, melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) modular di kawasan sirkuit. Pasokan tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan operasional pendukung balapan, termasuk kendaraan safety car.
Bahan bakar untuk kebutuhan ini bukan sekadar harus tersedia. Kualitas dan kuantitasnya juga harus dipastikan sesuai ketentuan.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, kesiapan energi merupakan salah satu elemen penting untuk mendukung kelancaran MotoGP Mandalika 2026.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas atau Quality and Quantity (QQ) sebelum balapan berlangsung. Pemeriksaan mencakup dispenser, tera metrologi, alat pemadam api ringan (APAR), hingga sistem digitalisasi.
Kondisi tangki penyimpanan juga diperiksa, termasuk kemungkinan adanya kandungan air. Pemeriksaan dilakukan menggunakan stick dipping dan pasta air. Produk BBM turut diperiksa secara visual, termasuk kepadatan (density) dan kondisi nosel (nozzle).
Pengawasan kualitas dilakukan sejak BBM tiba melalui kapal tanker, diterima dan disimpan di Terminal BBM Ampenan, hingga disalurkan kepada konsumen. Dengan demikian, kesiapan energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan bakar, tetapi juga pada pengawasan yang berkelanjutan.
Mobil-mobil tangki BBM turut mewarnai kesibukan jalan selama perhelatan. Operasionalnya berlangsung tanpa mengenal waktu demi menjaga pasokan energi di seluruh SPBU.
Aktivitas di luar lintasan ini mungkin tidak terlihat oleh penonton yang bersorak di tribun. Namun, dalam balapan berkecepatan tinggi seperti MotoGP Mandalika, distribusi energi di balik layar menjadi bagian penting dari keseluruhan penyelenggaraan.
“Bagi kami, menjaga kualitas energi merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung kelancaran kegiatan dan memberikan pelayanan terbaik. Sebab, ajang ini merupakan wajah Indonesia di mata dunia,” kata Ahad.
Pertamina Patra Niaga menyiagakan tujuh titik SPBU di Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram. Sejumlah SPBU beroperasi selama 24 jam, sedangkan SPBU lainnya memperpanjang layanan hingga tengah malam, terutama di jalur bypass menuju Mandalika.
Pertamina juga menambah tenaga kerja di titik-titik pelayanan yang disiagakan. Pasokan energi didukung oleh Integrated Terminal Ampenan.
“Ada SPBU yang siaga 24 jam, ada juga yang beroperasi sampai tengah malam, terutama SPBU yang ada di jalur bypass. Itu untuk mobilisasi penonton dan lain-lain,” ujarnya.
Bagi penonton, SPBU yang tetap buka hingga larut malam mungkin terlihat sebagai hal biasa, yakni tempat mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan. Namun, bagi penyelenggaraan acara sebesar MotoGP, layanan tersebut menjadi bagian dari kesiapan kawasan dalam menerima puluhan ribu orang secara bersamaan.
Puncak perhelatan MotoGP berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026. Di lintasan, para pembalap beradu kecepatan. Setiap tikungan menuntut ketepatan, sedangkan setiap pengereman membutuhkan perhitungan. Sedikit kesalahan dapat mengubah posisi, bahkan menggagalkan peluang meraih kemenangan.
Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing akhirnya keluar sebagai pemenang balapan utama. Ia menyelesaikan 27 lap dengan catatan waktu 40 menit 46,582 detik.
Memulai balapan dari posisi kedua, Bezzecchi harus menghadapi Raul Fernandez dari tim Superfile Trackhouse MotoGP yang memimpin sejak awal. Fernandez mampu mempertahankan posisi terdepan hingga melewati separuh balapan, meskipun harus bertarung dalam kondisi patah tulang telunjuk kanan.
Ketika balapan menyisakan sembilan lap, Bezzecchi mengambil alih posisi terdepan. Ia mempertahankan kecepatannya hingga garis finis dan mengamankan kemenangan kelima sepanjang MotoGP 2026.
Rekan setimnya, Jorge Martin, menyelesaikan balapan di posisi ketiga, terpaut 6,890 detik dari Bezzecchi. Hasil itu membantunya kembali merebut posisi puncak klasemen sementara.
Sehari sebelumnya, Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team sempat mengambil alih posisi tersebut setelah memenangi Sprint Race. Namun, dalam balapan utama, Marquez harus puas finis di posisi keenam. Bezzecchi pun berdiri di puncak podium MotoGP Mandalika 2026.
Bagi penonton, balapan itu menghadirkan ketegangan hingga lap terakhir. Bagi penyelenggara, tiga hari tersebut menjadi ujian besar untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan baik, mulai dari kesiapan lintasan hingga layanan di luar sirkuit.
Keberhasilan sebuah balapan ditentukan oleh banyak hal. Pembalap dan motornya memang menjadi pusat perhatian. Namun, acara sebesar ini juga membutuhkan kerja banyak pihak yang tidak selalu terlihat di layar televisi.
Kesibukan MotoGP juga terasa di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas selama perhelatan, bandara di Lombok ini melayani 75 penerbangan di luar jadwal reguler.
Jumlah tersebut terdiri atas 53 penerbangan tambahan, enam penerbangan dengan pergantian tipe pesawat ke kapasitas lebih besar, delapan penerbangan carter, serta delapan penerbangan positioning untuk mendukung kebutuhan operasional.
Selama periode 5–13 Oktober 2026, BIZAM mencatat 927 pergerakan pesawat, melayani 82.689 penumpang, serta menangani 891,4 ton kargo.
Dibandingkan dengan periode MotoGP 2025, pergerakan pesawat meningkat 27,6 persen, jumlah penumpang naik 14 persen, dan volume kargo bertambah 42,7 persen. Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode 5–13 September 2026, pergerakan pesawat naik 27,3 persen, jumlah penumpang meningkat 33 persen, dan volume kargo melonjak 186,3 persen.
Di tengah peningkatan aktivitas penerbangan tersebut, Pertamina Patra Niaga turut memastikan pasokan avtur tetap terjaga.
General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, menyampaikan bahwa kelancaran pelayanan merupakan hasil koordinasi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan bandara.
Selama tiga hari balapan, Mandalika dipadati penonton. Pada Jumat, 9 Oktober, jumlah penonton tercatat 39.510 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 53.296 orang pada Sabtu, 10 Oktober. Puncaknya terjadi pada Minggu, 11 Oktober, ketika 65.069 orang hadir menyaksikan balapan utama.
Total penonton mencapai 157.875 orang. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sejak MotoGP digelar di Indonesia pada 2022.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyambut capaian tersebut sebagai hasil yang sangat positif dari penyelenggaraan tahun ini.
“Luar biasa, memecahkan rekor 157 ribu penonton,” ujar Erick.
Jumlah itu melampaui catatan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2022, MotoGP Mandalika dihadiri 102.801 orang. Jumlahnya meningkat menjadi 102.929 orang pada 2023, kemudian 121.252 orang pada 2024, dan 140.324 orang pada 2025.
Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penonton pada 2026 bertambah 17.551 orang atau sekitar 12,5 persen. Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan 2022, peningkatannya mencapai sekitar 53,6 persen.
Erick mengatakan hasil penyelenggaraan tahun ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Keputusan mengenai perpanjangan kontrak MotoGP Mandalika untuk lima tahun ke depan menjadi kewenangan Presiden.
“Kita tunggu putusan Bapak Presiden. Mudah-mudahan nanti beliau yang menyampaikan,” ujar Erick.
Ia menilai Mandalika memiliki nilai tambah bagi pariwisata Indonesia, terutama dalam memperluas tujuan wisata di luar Bali. Meski biaya penyelenggaraan MotoGP besar, manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa dampak ekonomi, tetapi juga pengembangan pembalap dan talenta nasional.
“Biayanya sangat mahal, tetapi tidak hanya mengharapkan ekonomi. Bintang-bintang balap Indonesia juga punya kesempatan naik kelas,” katanya.
MotoGP Mandalika menjangkau panggung internasional. Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Maya Watono, mengatakan perhelatan 2026 disiarkan oleh lebih dari 200 media dan diperkirakan disaksikan lebih dari 700 juta penonton di seluruh dunia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga menilai keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
“MotoGP Mandalika merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan sport tourism di Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraannya tentu tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara ITDC, MGPA, pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga pendukung terkait lainnya, asosiasi, industri, serta pemilik lisensi Dorna Sports,” katanya.
Menurut Widiyanti, manfaat ajang olahraga internasional harus terus diperluas agar tidak hanya dirasakan selama perlombaan. Peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas usaha masyarakat perlu dijaga dalam jangka panjang.
“Olahraga adalah salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Secara global, olahraga juga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif. Karenanya, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik,” ujarnya.
Staf Khusus Presiden sekaligus artis, Raffi Ahmad, juga menyampaikan kebanggaannya terhadap Mandalika dan keberadaan sirkuit internasional di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan ini menunjukkan kepada dunia kemampuan Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga kelas dunia.
“Kita bangga Indonesia punya sirkuit internasional ini. UMKM terbantu, dunia melihat Indonesia itu tidak dengan sebelah mata. Kita punya Sirkuit Mandalika, apalagi kita punya local hero di balapan tahun ini,” ujarnya.
Gading Marten dari grup The Dudas turut menyampaikan kebanggaannya atas keberadaan sirkuit kelas dunia dan kehadiran pembalap internasional di Mandalika. Hal serupa disampaikan Ariel Noah yang mengaku bangga dan rutin berkunjung ke Mandalika, mulai dari mengikuti balapan mobil hingga menonton langsung MotoGP.
Artis lainnya, Luna Maya, juga tampak antusias. Dari lantai dua paddock, ia ikut bersorak bersama penonton VIP saat menyaksikan balapan puncak MotoGP.
“Iya, menyempatkan diri nonton MotoGP di Lombok dong,” katanya.
Selama tiga hari, Mandalika menjadi tempat bertemunya olahraga, pariwisata, bisnis, dan kebanggaan nasional. Di luar gemuruh mesin, salah satu ukuran keberhasilan MotoGP adalah manfaat yang dirasakan perekonomian masyarakat.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan dampak MotoGP tidak hanya dirasakan selama tiga hari pelaksanaan balapan. Kehadiran pembalap, kru, wisatawan, dan tamu dari berbagai daerah turut menggerakkan ekonomi sebelum dan setelah ajang tersebut berlangsung.
“Semua sektor usaha bergerak,” ujarnya.
Wolini menyebut tingkat hunian kamar atau okupansi hotel selama MotoGP 2026 mencapai rata-rata sekitar 95 persen di NTB. Sementara itu, hotel-hotel di Lombok Tengah, khususnya di kawasan sekitar sirkuit, mencatat tingkat hunian mendekati 100 persen.
Pulau Lombok memiliki 1.123 hotel dengan 13.039 kamar. Jumlah tersebut terdiri atas 236 hotel berbintang dengan 7.798 kamar dan 887 hotel nonbintang dengan 5.241 kamar.
Jika digabungkan dengan Pulau Sumbawa, NTB memiliki 1.318 hotel dengan 15.715 kamar. Jumlah tersebut terdiri atas 248 hotel berbintang dengan 8.042 kamar serta 1.070 hotel nonbintang dengan 7.673 kamar.
Meningkatnya kunjungan wisatawan dan okupansi hotel mendorong kebutuhan penginapan, makanan, serta berbagai layanan pendukung pariwisata.
Permintaan tersebut turut menggerakkan pemasok bahan pangan, mulai dari buah-buahan hingga daging, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memasok kebutuhan hotel dan restoran. Wisatawan yang datang untuk menonton MotoGP juga umumnya tidak hanya tinggal selama perlombaan, tetapi melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi wisata di Lombok.
Wolini mencontohkan sejumlah tamu dari kalangan PHRI yang datang untuk menonton MotoGP turut mengunjungi kawasan wisata gili-gili, Sembalun, dan destinasi lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan Sirkuit Mandalika memiliki daya tarik yang dapat memperluas manfaat pariwisata bagi NTB.
Manfaat ekonomi secara langsung juga terlihat dalam Festival Pertamina Energizing Indonesia. Pertamina Patra Niaga menghadirkan 30 usaha mikro dan kecil (UMK) binaan untuk memasarkan produk mereka di kawasan sirkuit, tepatnya di belakang tribun Grandstand A.
Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan, produk kecantikan dan perawatan diri, hingga layanan refleksi yang diperkenalkan pada tahun ini.
Total transaksi gabungan bazar UMK dan penjualan suvenir resmi (official merchandise) mencapai Rp4,2 miliar. Dari jumlah tersebut, penjualan merchandise menyumbang sekitar Rp3,4 miliar, sedangkan bazar UMK membukukan transaksi lebih dari Rp800 juta.
Penjualan bazar UMK meningkat 207 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ketika transaksi tercatat sebesar Rp260 juta.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menyampaikan bahwa panitia menargetkan dampak ekonomi mencapai Rp5 triliun pada penyelenggaraan MotoGP tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) juga terlibat langsung dalam penghitungan dampak ekonomi tersebut.
Target tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan dampak ekonomi penyelenggaraan 2025 yang mencapai Rp4,9 triliun.
“Rp5 triliun. Semoga ini bisa masuk di Rp5 triliun,” ujar Troy.
Penghitungan dampak ekonomi tidak hanya berasal dari penjualan tiket atau aktivitas di dalam sirkuit. Transaksi di bandara, pembelian suvenir dan merchandise, aktivitas hotel dan restoran, belanja wisatawan di berbagai destinasi, penerbangan, investasi, serta kegiatan ekonomi lainnya turut menjadi bagian dari perhitungan.
Total dampak ekonomi MotoGP tahun ini baru dapat dipastikan setelah seluruh data penyelenggaraan dikumpulkan dan dievaluasi.
Sementara itu, Deputy CEO MotoGP Group/MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menyampaikan bahwa MotoGP di Mandalika direncanakan tetap berlangsung di Indonesia setidaknya hingga 2031.
“Kami memiliki perjanjian lima tambah lima tahun dengan Pemerintah Indonesia. Kami berencana berada di sini hingga 2031, setidaknya,” ujarnya.
Ketika suara knalpot para pembalap akhirnya mereda, dan mereka bersiap menuju sirkuit di negara lain, pekerjaan belum selesai. Energi harus tetap tersedia bagi masyarakat. Pasokan BBM harus terus berjalan.
Pertamina Patra Niaga tetap memastikan bahan bakar tersedia, kualitasnya terjaga, dan layanan energi siap menghadapi peningkatan kebutuhan.
Deru mesin balapan memang menjadi suara yang paling mudah diingat. Namun, di balik layar, Pertamina Patra Niaga turut menopang kehidupan dan aktivitas ekonomi, bahkan setelah bendera finis MotoGP Mandalika 2026 dikibarkan.
Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyambut capaian MotoGP Mandalika 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi daerah dan Indonesia di tingkat internasional.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras. MotoGP bukan hanya keberhasilan penyelenggara, tetapi juga kebanggaan bersama,” tandasnya. (bul)



