BerandaNTBSUMBAWAHadapi Kemarau Panjang, Pemkab Sumbawa Hanya Miliki Dua Ton Cadangan Pangan

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Sumbawa Hanya Miliki Dua Ton Cadangan Pangan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sumbawa mengaku, kondisi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sangat kritis di tengah kondisi kemarau panjang. Stok cadangan pangan hanya 2.192,18 kilogram atau 2 ton yang diperkirakan mampu bertahan selama satu bulan kedepan.

“Jika kita melihat angka itu stok akhir tahun 2026 berpotensi habis. Artinya,stok CPPD kita sangat kritis untuk mengantisipasi rawan bencana di awal tahun 2027 mendatang,” kata Sekretaris DKP Kabupaten Sumbawa, Syaihuddin kepada Suara NTB, Selasa (20/10).

Ketersediaan stok CPPD saat ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kondisi Indeks Ketahanan Pangan Daerah (IKD). Sebab yang paling beresiko adalah wilayah yang berada dalam kategori kerawanan pangan,sehingga dibutuhkan pola penanganan lebih lanjut.

Dikatakan, para petani akan panen sekitar bulan Maret 2027 di tengah kemarau panjang yang melanda. Peran CPPD ini nanti akan mengisi kekosongan pangan masyarakat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Sebenarnya dua ton itu kita rencanakan untuk mengintervensi daerah rawan pangan, tetapi karena stok kita kritis. Sehingga kita hanya bisa mengantisipasi kondisi darurat saja,” ucapnya.

Kondisi CPPD di tahun 2026 masih minim jelang. Sementara, pemerintah daerah hanya mampu mengadakan sekitar 25 ton dari target pemerintah 30 ton berdasarkan rencana strategis.

Sementara, berdasarkan target pengadaan Bapanas seharusnya pemerintah mampu mengadakan CPPD sekitar 113,19 ton. Sebab peruntukan CPPD tidak hanya mengacu ke bantuan tanggap darurat bencana tetapi harus menyentuh isu stunting dan masyarakat miskin.

“Kami berharap agar pemerintah bisa memberikan atensi khusus terutama kaitannya dengan pemenuhan CPPD sesuai standar Bapanas dan Renstra,agar tidak timbul persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stok awal CPPD tahun 2026 sebesar 15.371,39 kilogram. Penyaluran sampai dengan bulan Oktober sudah sekitar 12.834, 58 kilogram dan sisa stok tersedia saat ini hanya 2.192,18 kilogram.

Penambahan stok CPPD berdasarkan Renstra dianggap sangat penting,sehingga pengadaan beras diharapkan bisa memberikan rasa tenang bagi masyarakat, terutama dalam menyikapi dampak kemarau panjang yang diprediksi terjadi beberapa bulan kedepan.(ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN














VIDEO