Bima (Suara NTB) – Bupati Bima, Ady Mahyudi mengusulkan tujuh program prioritas pengembangan wisata bahari kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Usulan tersebut mencakup pembangunan dermaga wisata, penataan kawasan destinasi, hingga pengembangan fasilitas pelayanan wisata.
Tujuh program wisata bahari langsung diserahkan Bupati saat bertemu langsung Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dwi Marhen Yono, di Jakarta, Selasa (20/10). Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar.
Ady mengatakan, pengembangan wisata bahari di Kabupaten Bima masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan penataan kawasan. Keterbatasan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga fasilitas pendukung dan kapasitas pelaku pariwisata.
“Kami menyadari masih terdapat keterbatasan mulai dari infrastruktur dan amenitas wisata bahari, penataan kawasan, hingga penguatan kapasitas SDM pariwisata dan pelaku usaha lokal,” katanya.
Tujuh program yang diajukan meliputi pembangunan dermaga wisata, penataan kawasan destinasi, pengembangan atraksi wisata bahari, dan pembangunan fasilitas pelayanan wisata. Usulan lainnya mencakup pengembangan waterpark, penataan UMKM wisata, serta pelatihan SDM pariwisata dan pemandu wisata bahari.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar mengatakan dukungan Kementerian Pariwisata RI diharapkan dapat meningkatkan daya saing destinasi wisata daerah.
Pengembangan wisata bahari yang berdaya saing dan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan taraf hidup masyarakat melalui penataan UMKM dan pelatihan SDM lokal.
Akbar mengaku usulan tersebut mendapat respons positif dari pemerintah pusat,sehingga diharapkan program itu bisa terealisasi di tahun 2027. “Kami optimistis usulan ini mendapat respons positif demi memajukan pariwisata Bima,” pungkasnya. (hir)



