Mataram (Suara NTB)– Di tengah padatnya lalu lintas Indonesia, sepeda motor kerap menjadi pilihan untuk menembus kemacetan. Ketika kendaraan roda empat berhenti atau bergerak perlahan, sebagian pengendara motor berusaha melewati celah sempit di antara kendaraan agar perjalanan lebih cepat.
Namun, ruang yang terlihat cukup untuk dilewati belum tentu aman. Di balik celah tersebut, bisa saja terdapat pintu mobil yang terbuka, pejalan kaki yang menyeberang, atau kendaraan yang tiba-tiba berpindah jalur. Lalu, bagaimana cara berkendara aman di tengah kepadatan lalu lintas?
- Jangan menganggap celah sebagai jalur bebas hambatan
Sebelum melewati ruang di antara kendaraan, perhatikan apakah tersedia ruang yang cukup untuk melintas tanpa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Jika ruang terlalu sempit atau situasinya tidak jelas, jangan memaksakan diri.
- Waspadai pintu kendaraan yang mungkin terbuka
Ketika melewati mobil yang berhenti atau parkir, berikan jarak samping yang memadai. Pengemudi atau penumpang bisa saja membuka pintu tanpa menyadari adanya sepeda motor yang mendekat.
- Jangan hanya melihat kendaraan di depan
Perhatikan kondisi sekitar, termasuk pergerakan kendaraan di samping, pejalan kaki, dan akses keluar-masuk bangunan. Biasakan memindai lingkungan secara berkala tanpa mengalihkan pandangan terlalu lama dari arah perjalanan.
- Siapkan ruang untuk mengerem
Hindari berkendara terlalu rapat dengan kendaraan lain. Jarak yang cukup memberi waktu untuk merespons apabila terjadi pengereman mendadak atau muncul hambatan yang tidak terduga.
- Jangan memaksakan diri hanya demi lebih cepat
Selisih beberapa detik tidak sebanding dengan risiko kecelakaan. Jika situasi tidak memungkinkan untuk melintas dengan aman, bersabarlah dan tunggu sampai tersedia ruang yang memadai.
“Berkendara aman bukan tentang seberapa cepat kita melewati kemacetan, tetapi seberapa baik kita membaca potensi bahaya sebelum mengambil keputusan. Jangan hanya mencari celah untuk lewat, tetapi pastikan juga tersedia ruang untuk bereaksi jika sesuatu terjadi”, Pesan Satria Wiman Jaya.
Melalui edukasi Safety Riding, Astra Motor NTB mengajak seluruh pengguna sepeda motor untuk membangun kebiasaan berkendara yang mengutamakan kewaspadaan, kesabaran, dan kepedulian terhadap pengguna jalan lainnya.
Karena pada akhirnya, Jago Cari Aman Biar Happy bukan sekadar slogan, melainkan sikap yang harus diterapkan setiap kali berkendara.(bul)



