Bima (Suara NTB) – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima mendorong pemanfaatan listrik untuk mendukung irigasi dan pompanisasi pertanian. Namun, petani diingatkan agar tidak menggunakan aliran listrik sebagai jebakan hama tikus karena berisiko menyebabkan cedera serius hingga kematian.
Edukasi tersebut disampaikan PLN UP3 Bima dalam Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian, Selasa (21/10). Kegiatan ini mencakup sosialisasi program Irigasi dan Pompanisasi (IRPOM) serta keselamatan ketenagalistrikan di kawasan pertanian.
Melalui program IRPOM, listrik diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi penggerak pompa air untuk mengoptimalkan pengairan sawah. Pemanfaatan listrik secara tepat dinilai dapat membantu petani meningkatkan efisiensi operasional dan menyesuaikan kebutuhan air dengan kondisi lahan serta tanaman.
Di sisi lain, PLN menekankan pentingnya penggunaan instalasi listrik sesuai standar keselamatan, terutama di area persawahan yang berdekatan dengan jaringan listrik.
Manager PLN UP3 Bima menyampaikan, pemanfaatan listrik untuk mendukung pertanian harus diimbangi kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan diperlukan agar penggunaan listrik memberikan manfaat optimal bagi petani tanpa mengabaikan keselamatan.
Salah satu praktik yang menjadi perhatian adalah pemasangan kawat beraliran listrik untuk membasmi hama tikus. Cara tersebut berbahaya karena dapat menyengat siapa saja yang menyentuhnya, termasuk petani, anak-anak, dan warga yang melintas di sekitar sawah.
PLN mengimbau masyarakat tidak memasang jebakan hama menggunakan aliran listrik maupun melakukan penyambungan listrik secara ilegal. Jika menemukan instalasi terbuka atau jaringan listrik yang berpotensi membahayakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada PLN.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), Yondri Zulfadli, menegaskan, PLN berkomitmen menyediakan layanan kelistrikan yang mendukung produktivitas masyarakat sekaligus mengutamakan keselamatan.
“Semangat Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi kita semua untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan listrik untuk mendukung sektor pertanian, tetapi juga mendorong pemanfaatannya secara aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Yondri berharap sinergi PLN, pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(bul)



