Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog terus memperluas penyaluran pangan
murah di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat. Hingga Oktober 2026, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) tercatat mencapai 1.308.395 kilogram atau sekitar 1.308 ton.
Wakil Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Sri Rejeki Lestari Y, mengatakan GPM menjadi salah satu saluran intervensi pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Upaya ini dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait.
“Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memastikan pangan tersedia dalam jumlah cukup, dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik,” ujarnya saat GPM di Mapak Dasan, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut Sri Rejeki, penyaluran pangan murah tidak hanya dilakukan melalui GPM, tetapi juga lewat berbagai saluran distribusi, seperti ritel modern, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pasar, serta kegiatan bersama pemerintah daerah.
Secara keseluruhan, penyaluran beras SPHP melalui berbagai saluran tersebut telah mencapai sekitar 19,96 juta kilogram atau 19.960 ton sepanjang tahun ini. Sementara itu, penyaluran Minyakita tercatat sebanyak 3.271.140 liter.
Khusus untuk gula pasir, Bulog NTB telah menyalurkan sekitar 277.000 kilogram melalui seluruh saluran penjualan, dengan 73.000 kilogram di antaranya melalui kegiatan GPM.
“GPM ini hanya salah satu dari banyak saluran yang kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memberikan akses pangan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sri Rejeki menyebutkan, Bulog NTB telah bekerja sama dengan pemerintah daerah menggelar GPM hampir 400 kali selama periode Januari hingga Oktober 2026. Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga akhir di sejumlah kabupaten/kota.
Ketersediaan diharapkan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Dalam kegiatan GPM di Mapak Dasan, beras SPHP dijual dengan harga tidak lebih dari Rp12.500 per kilogram. Harga tersebut berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang disebut sebesar Rp13.500 per kilogram.
Sementara itu, harga Minyakita dijaga agar tidak melebihi Rp15.700 per liter.
Pelaksanaan GPM di Mapak Dasan mendapat sambutan masyarakat. Warga, terutama ibu-ibu, berbondong-bondong mendatangi lapangan setempat untuk membeli kebutuhan pokok yang disediakan Bulog dan mitra pangan lainnya.
Selain beras, minyak goreng, dan gula pasir dari Bulog, kegiatan tersebut juga menyediakan sejumlah kebutuhan pangan lainnya melalui mitra yang terlibat.
Melalui penyaluran beras SPHP, Minyakita, gula pasir, dan pelaksanaan GPM secara berkelanjutan, Bulog berharap masyarakat semakin mudah mengakses bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus membantu menekan tekanan inflasi di NTB. (bul)



