BerandaNTBSUMBAWALahan Mangrove Diduga Tergerus Usaha Tambak

Lahan Mangrove Diduga Tergerus Usaha Tambak

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, mengaku ribuan hektar lahan potensial untuk hutan mangrove diduga mulai tergerus aktivitas pertambakan. Seluas 6.000 hektar lahan berpotensi untuk dilakukan pengembangan mangrove.

“Memang banyak lokasi yang kita bisa tanam mangrove, tetapi ekspansi tambak udang yang masif sehingga luas lahan potensial menjadi tergerus. Sehingga tugas kita saat ini hanya untuk menjaga saja,” kata Kepala Dinas Lingkungah Hidup Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat kepada Suara NTB, Jumat (23/10).

Ia menyebutkan, luas lahan mangrove yang sudah tertanam saat ini sekitar 5.682 hektar. Jumlah tersebut menjadikan Sumbawa sebagai penyumbang terbesar di NTB atau sekitar 51 persen dari luas hutan mangrove secara keseluruhan.  Akan tetapi, pekerjaan yang cukup berat yakni menjaga agar hutan tersebut tidak rusak. Salah satunya di Kecamatan Alas sudah hutan mangrove yang dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dayat melanjutkan, lahan mangrove penyumbang paling besar berada di pesisir Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat yang mencapai 1.496,29 hektar. Sementara, wilayah masih rendah berada di wilayah pesisir luar Desa Alas dengan luas 7,02 hektar.

Di tengah ikhtiar yang dilakukan pemerintah diakui,banyak kendala di lapangan sehingga bibit yang ditanam bisa tumbuh dengan baik. Tantangan utama yakni banyaknya hewan ternak masyarakat yang dilepas liarkan sehingga bibit mangrove yang baru ditanam langsung habis.

“Inilah yang menjadi tantangan kami selama ini, tetapi kami tetap akan berusaha maksimal untuk melakukan penyulaman terhadap bibit rusak agar bisa tumbuh kembali,” ujarnya.

Ia menyebutkan, keberadaan hutan mangrove yang saat ini terus dijaga karena nantinya bisa dijual melalui trade carbon dunia sebagai upaya mengurangi emis gas. Pasalnya, potensi lahan yang dimiliki sangat besar sehingga sangat memungkinkan untuk bisa menjadi kabupaten penghasil karbon.

“Sekarang kan yang dilirik oleh dunia adalah negara penghasil carbon, makanya kami berikhtiar untuk menjadikan Sumbawa sebagai daerah penghasil carbon,” ujarnya.

Persoalan lingkungan menjadi atensi saat ini terutama penanaman mangrove. Kabupaten Sumbawa memiliki luas lahan mangrove berada di pesisir,sehingga ekosistem ini harus dijaga agar tidak terjadi abrasi pantai.

“Abrasi pantai ini bisa kita cegah dengan penanaman mangrove. Apalagi fungsi mangrove ini jika kita jaga dengan baik bisa menjadi wahana wisata sekaligus sumber penghidupan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN
















VIDEO