Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram menggelar Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke-XXIV. Kegiatan ini diharapkan melahirkan qari-qariah yang membanggakan serta menjadi duta bagi Kota Mataram. Di satu sisi, nilai agama harus berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi. “Kita tidak ingin ketinggalan zaman tetapi harus berjalan dengan nilai spiritual yang baik,” kata Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana saat membuka STQH ke-XXIX di Lapangan Karang Genteng, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram pada, Minggu (25/10) malam.
Wali Kota memahami generasi muda dihadapi algoritma media sosial. Kemajuan zaman ini dinilai tidak mudah, sehingga perkembangan teknologi informasi harus disikapi dengan baik. Salah satu caranya adalah menyaring informasi yang beredar di seluruh platform media sosial.
Orang nomor satu di Kota Mataram mengharapkan pelaksanaan STQH ini, mendatangkan Rahmat serta kesejukan bagi masyarakat. “Saya berharap dengan lantunan al-qur’an sesuai kaidah, tajwid dan suara yang merdu mendatangkan hujan yang menyejukan bumi dan meneduhkan hati,” terangnya.
Menurut dia, ketekunan dan ketelatenan kafilah diharapkan memberikan kebanggan bagi diri mereka sendiri, orang tua serta masyarakat. Mohan mengingatkan dewan hakam memberikan penilaian yang objektif, karena penilaian diberikan menyangkut prestasi serta masa depan peserta.
Oleh karena itu, STQH dapat melahirkan qari-qariah yang bisa menjadi duta Kota Mataram untuk mengikuti lomba tingkat provinsi sampai level nasional. “Dari perlombaan ini melahirkan duta untuk mewakili Kota Mataram di tingkat provinsi dan nasional,” harapnya.
Wali Kota mengaku pelaksanaan STQH adalah penyelenggaraan terakhir dengan empat mata lomba. Penyelenggaraan di tahun 2027 lebih fokus pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dengan berbagai mata lomba. Namun demikian, kafilah diminta tetap berlatih dengan giat untuk mengikuti lomba di tahun berikutnya.
Camat Mataram, Arifiawan Mardjun menambahkan, kegiatan STQH ke-XXIX digelar mulai 25-29 Oktober. Kegiatan ini diikuti 114 peserta dan 30 ofisial. Kafilah akan mengikuti empat mata lomba yakni, tilawah, hizil qur’an, tafsir al-qur’an menggunakan Bahasa Arab dan hadist nabi.
Sebelum pelaksanaan STQH tambahnya, panitia menyelenggarakan pawai ta’aruf yang diikuti sekitar 1.000 orang peserta. “Kita sudah menyelenggarakan pawai ta’aruf titik mulai di SMPN 7 Mataram sampai Lapangan Karang Genteng,” demikian tambahnya. (cem)



